“Kita tidak boleh kalah cepat dari hoaks. Kareg dan Korwil harus jadi sumber informasi resmi yang responsif terhadap isu di lapangan,” ujar Nanik dalam forum tersebut.
Ia juga menyoroti masih lemahnya reaksi para pelaksana daerah dalam menghadapi isu negatif di media sosial, dan berharap mereka dapat menjadi komunikator publik yang inspiratif.
“Kami ingin setiap Kareg dan Korwil bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tapi juga mampu mengemas pesan gizi menjadi narasi yang membangun optimisme publik,” jelasnya.
Kesimpulan: Candaan Disalahpahami, BGN Tegaskan Komitmen Transparansi
Kontroversi soal insentif Rp5 juta ini berakhir dengan klarifikasi resmi dari BGN.
Lembaga tersebut memastikan tidak ada kebijakan pemberian insentif finansial, dan menegaskan bahwa pernyataan Wakil Kepala hanyalah bentuk motivasi informal.
BGN menutup pernyataannya dengan komitmen untuk terus menjalankan program Makan Bergizi Gratis secara transparan, akuntabel, dan informatif.***
Artikel Terkait
Banjir dan Longsor Terjang Sukabumi, 1.800 Warga Terdampak: BPBD Sebut Salah Satu yang Terbesar Tahun Ini
Apa Itu Slow Living? Intip Makna, Asal Usul, Manfaat, dan Cara Memulai Hidup Sadar di Tengah Dunia yang Serba Cepat
Pernyataan Menag Soal Isu Kekerasan Seksual di Pesantren Tuai Kritik, Pandji Pragiwaksono Angkat Suara
Utang Kereta Cepat Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Jokowi dan Menkeu Purbaya Beberkan Alasan dan Harapan
Mayapada Healthcare Resmikan Mayapada Medical Center Kuningan: Inovasi Layanan Kesehatan Modern bagi Masyarakat Urban