Jokowi Tegaskan Proyek Whoosh Bukan Soal Laba, tapi Solusi Kemacetan dan Investasi Sosial

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Senin, 27 Oktober 2025 | 21:26 WIB
Jokowi sebut Whoosh beri manfaat untuk kondisi sosial. (Instagram/jokowi)
Jokowi sebut Whoosh beri manfaat untuk kondisi sosial. (Instagram/jokowi)

“Itu bukan kerugian, tapi investasi untuk perubahan perilaku masyarakat menuju transportasi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: 25+ Ucapan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025 yang Inspiratif, Penuh Semangat, dan Cocok untuk Caption Media Sosial

Perubahan Perilaku Masyarakat Butuh Waktu

Presiden juga mengakui bahwa mengubah kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum tidaklah mudah. Namun, ia menilai perubahan itu mulai terlihat sejak hadirnya MRT dan kereta cepat.

“Sejak diluncurkan, MRT sudah mengangkut 171 juta penumpang, sedangkan kereta cepat sudah melayani 12 juta orang. Ini proses bertahap, tapi menunjukkan arah positif,” tutur Jokowi.

Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna transportasi umum adalah tanda bahwa masyarakat mulai memahami efisiensi dan kenyamanan yang ditawarkan.

“Tidak mudah membuat orang berpindah, tapi ini kemajuan yang patut kita syukuri,” tambahnya.

Dampak Ekonomi Positif dari Kehadiran Whoosh

Selain mengurai kemacetan, Jokowi menilai kehadiran Whoosh turut menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur kereta cepat.

Baca Juga: Panduan Lengkap Upacara Hari Sumpah Pemuda 2025: Tema, Juknis Resmi, dan Cara Unduh Teks Pidato Menpora

“Kereta cepat membuka peluang usaha baru, menghidupkan UMKM, warung-warung, dan sektor wisata,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti peningkatan nilai properti dan pariwisata Bandung sebagai salah satu efek nyata dari proyek ini.

“Bandung semakin ramai dikunjungi, nilai properti naik, dan aktivitas ekonomi meningkat. Ini adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” ujar Jokowi.

Meski masih menghadapi tantangan finansial, Jokowi optimis kerugian Whoosh akan berkurang seiring meningkatnya jumlah penumpang dan pergerakan ekonomi di sekitar jalur kereta cepat tersebut.

“Kita harus melihat ini sebagai investasi jangka panjang, bukan semata-mata soal laba,” pungkasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X