DPR Soroti Penggunaan Ultra Processed Food dalam Program Makan Bergizi Gratis

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 2 Oktober 2025 | 13:09 WIB
DPR cecar kebijakan BGN soal menu MBG hasil pengolahan makanan UPF. (Instagram/badangizinasional)
DPR cecar kebijakan BGN soal menu MBG hasil pengolahan makanan UPF. (Instagram/badangizinasional)

Ia menambahkan, produk seperti roti akan diproduksi langsung oleh UMKM lokal, termasuk ibu-ibu murid sekolah penerima MBG. Dengan begitu, selain meningkatkan gizi anak-anak, program ini juga bisa menggerakkan perekonomian rakyat.

Baca Juga: Firnando Hadityo Dorong BUMN Tambang Jalankan Reklamasi Nyata dan Berkelanjutan

Kritik Ahli Gizi: Spaghetti dan Burger Bukan Makanan Lokal

Ahli gizi Tan Shot Yen sebelumnya juga menyoroti menu MBG yang berisi burger, spaghetti, hingga bakmi siap saji. Ia menilai menu berbasis gandum tersebut tidak relevan, mengingat bahan bakunya tidak diproduksi di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Nanik menjelaskan menu seperti burger atau spaghetti hanya diberikan sesekali, sesuai permintaan siswa agar mereka tidak bosan.

“Anak-anak boleh request satu kali dalam seminggu untuk menu khusus. Misalnya burger atau makanan yang biasanya tidak mudah mereka dapatkan. Jadi tidak setiap hari,” jelasnya.

Polemic penggunaan ultra processed food dalam program MBG menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan. Di satu sisi, MBG diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak bangsa, namun di sisi lain, menu yang disajikan harus benar-benar sehat sekaligus mendukung perekonomian lokal.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X