Soal Kritik Menu Spaghetti dan Burger
Menjawab kritik terkait penyajian menu spaghetti dan burger, Nanik menyebut makanan tersebut tidak diberikan rutin, melainkan sebagai “menu request” anak-anak agar tidak bosan.
“Dalam seminggu, anak-anak boleh request sekali menu yang ingin dicoba. Jadi kalau ada yang pengin burger karena lihat di TV atau YouTube, ya kita buatkan. Tapi itu bukan menu harian,” jelas Nanik.
Kritik sebelumnya dilontarkan ahli gizi Tan Shot Yen dalam rapat dengan Komisi IX DPR, 22 September 2025. Ia menilai menu seperti burger dan spaghetti tidak sesuai dengan kearifan lokal dan mengandalkan bahan impor.
Baca Juga: Jonatan Christie Lolos ke Final Korea Open 2025, Siap Tantang Anders Antonsen
“Yang dibagi burger, padahal gandum tidak pernah tumbuh di Indonesia. Anak-anak kita tidak sadar soal itu,” ujar Tan.
MBG Diharapkan Jadi Program Sehat dan Sejahtera
Dengan kebijakan baru ini, BGN menegaskan komitmen untuk menjadikan MBG bukan hanya program pangan bergizi, tetapi juga penggerak UMKM dan ekonomi lokal.
“MBG harus menyehatkan sekaligus menyejahterakan,” tutup Nanik.***
Artikel Terkait
Kasus Keracunan MBG Sentuh 5.914 Korban, Prabowo Tegaskan Evaluasi dan Larangan Politisasi
Jonatan Christie Lolos ke Final Korea Open 2025, Siap Tantang Anders Antonsen
Komite Reformasi Polri Resmi Dibentuk, Kerja 6 Bulan dan Libatkan Sipil
Indonesia Tegaskan Komitmen Finansial untuk Palestina, Dukung Penuh Peran UNRWA
Rekam Jejak Prestasi Jonatan Christie Usai Juara Korea Open 2025: Konsisten di Level Dunia
IKN Siap Jadi Ibu Kota Politik 2028: Jokowi Dukung, AHY Kawal, DPR Masih Kaji Perpres Prabowo