Ferry menegaskan metode data analytics, scraping, dan OSINT (open source intelligence) dapat menjadi pintu masuk aparat. Namun hasil digital harus diperlakukan sebagai langkah awal, bukan kesimpulan akhir.
Meski berbagai analisis muncul, mulai dari dugaan pendanaan gelap hingga campur tangan asing, sosok dalang utama kerusuhan Agustus 2025 masih misterius.
Polri menegaskan investigasi akan terus berlanjut, sementara publik menanti kepastian siapa sebenarnya mastermind yang disebut mengatur kerusuhan nyaris serentak di berbagai daerah tersebut.***
Artikel Terkait
Mahfud MD Siap Gabung Komite Reformasi Polri, DPR: Sosok Kredibel untuk Perubahan Institusi
Stok BBM SPBU Swasta Kosong, Pengamat Soroti Perubahan Pola Konsumen hingga Dorong Kolaborasi dengan Pertamina
Dua Desa di Bogor Terancam Dilelang karena Kredit Macet, Mendes Yandri Susanto Desak Pemerintah dan DPR Segera Bertindak
Jadwal Sharing Time Ustaz Hanan Attaki 2025: Dari Lombok hingga Samarinda, Catat Tanggalnya!
Respons Puan Maharani, PKS, hingga Demokrat soal Jokowi Ajak Relawan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode
Naik Kelas Bersama Yamaha XMAX TechMAX 2025: Skuter Premium dengan Fitur Canggih di IMOS