Ia memindahkan dana pemerintah senilai Rp 200 triliun yang sebelumnya “parkir” di Bank Indonesia ke perbankan agar peredaran uang primer (M0) lebih cepat.
“Kalau uang pemerintah dikelola tepat, efeknya signifikan bagi ekonomi sekaligus pendapatan pajak,” katanya.
Hitungan Purbaya: Pertumbuhan 1% = Tambahan Rp 220 Triliun
Purbaya optimistis strategi ini akan menjadi fondasi keuangan negara yang lebih kokoh.
Menurut perhitungannya, setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi 1% akan menghasilkan tambahan penerimaan pajak sekitar Rp 220 triliun.
“Bahkan setengah persen saja, itu sudah Rp 110 triliun tambahan pemasukan. Itu yang kita kejar,” tegasnya.
Langkah Menuju APBN yang Lebih Mandiri
Dengan strategi ini, pemerintah menargetkan penerimaan negara menjadi sumber utama pembiayaan belanja negara.
Utang bukan lagi jalan satu-satunya. Pendekatan ini diharapkan membawa Indonesia menuju kemandirian fiskal sambil tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.***
Artikel Terkait
Kisah Inspiratif Samuel: Bocah 7 Tahun Bandung yang Mengguncang Dunia Matematika Internasional
Lelang Internet Super Cepat 100 Mbps Resmi Dibuka: PNBP Indonesia Melejit Hingga Triliunan!
Jejak Panjang Nadya Almira: Profil, Dugaan Tabrak Lari 13 Tahun Silam, dan Klarifikasi Terbarunya
Realme GT 8 Pro Resmi Diumumkan, Bawa Kamera Periskop 200MP dan Baterai 7.000mAh
Mahfud MD Siap Gabung Komite Reformasi Polri, DPR: Sosok Kredibel untuk Perubahan Institusi
TNI AD Buka Lebar Peluang Jadi Prajurit: Tinggi Minimal 158 cm, Usia Maksimal 24 Tahun!
Stok BBM SPBU Swasta Kosong, Pengamat Soroti Perubahan Pola Konsumen hingga Dorong Kolaborasi dengan Pertamina
Xiaomi 15T dan 15T Pro: Ponsel Android Serasa Walkie-Talkie yang Bikin Samsung Minder
Dua Desa di Bogor Terancam Dilelang karena Kredit Macet, Mendes Yandri Susanto Desak Pemerintah dan DPR Segera Bertindak
Vivo V60 Lite 5G Resmi Dirilis, Ponsel Pertama Usung Prosesor Dimensity 7360 Turbo