TITIKTEMU.CO – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Adies Kadir sudah resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai anggota DPR RI. Dengan status tersebut, Adies tidak lagi menerima seluruh haknya sebagai wakil rakyat.
“Pak Adies sampai hari ini nonaktif dan tidak mendapat hak-hak apapun,” kata Bahlil di Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu, 6 September 2025.
Hak yang dimaksud mencakup seluruh tunjangan dan gaji bulanan. “Tunjangan, gaji, sama sekali (tidak menerima). Sambil berproses ya,” imbuhnya.
Baca Juga: SBY: Demo Jadi Alarm Pentingnya Dialog untuk Masa Depan Indonesia
Saat ditanya mengenai rencana pergantian antar waktu (PAW) untuk Adies, Bahlil enggan memberi komentar lebih lanjut.
Sebelumnya, Partai Golkar menonaktifkan Adies Kadir yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI pada 1 September 2025. Ia termasuk satu dari lima anggota DPR yang dinonaktifkan terkait gelombang demo sejak 25 Agustus 2025, bersama Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), dan Surya Utama (Uya Kuya).
Adies menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai tunjangan anggota DPR, termasuk tunjangan beras Rp12 juta per bulan, viral di media sosial. Ia juga menuai kritik akibat pernyataannya soal biaya kos di Senayan yang diasumsikannya mencapai Rp3 juta per hari.
Baca Juga: Gubernur DKI Pramono Anung: Perbaikan Halte dan JPO Pascademo Agustus 2025 Hampir Rampung
Dari asumsi tersebut, Adies menyebut bahwa tunjangan rumah Rp50 juta per bulan masih belum mencukupi, karena total biaya sewa yang dihitungnya mencapai Rp78 juta per bulan.***
Artikel Terkait
4 Cara Alami Mengatasi Pigmentasi Bibir agar Lebih Cerah dan Sehat
Menteri PKP Maruarar Sirait: KUR Perumahan Hadir untuk Dukung UMKM dan Kontraktor Lokal
Gubernur DKI Pramono Anung: Perbaikan Halte dan JPO Pascademo Agustus 2025 Hampir Rampung
Siti Nurhaliza Bawa Pesan Cinta Malaysia untuk Indonesia di Pestapora 2025
SBY: Demo Jadi Alarm Pentingnya Dialog untuk Masa Depan Indonesia
Rincian Anggaran Pendidikan 2026: Rp757,8 Triliun, Tertinggi dalam Sejarah Indonesia