TITIKTEMU.CO - Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran pimpinan ormas Islam baru-baru ini menjadi sorotan.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya, hadir bersama perwakilan 16 organisasi Islam lainnya.
Pertemuan ini berlangsung hangat dengan nuansa persaudaraan, membicarakan arah bangsa ke depan.
Baca Juga: Grahadi Terbakar di Tengah Amarah Massa: Simbol Kekuasaan Jawa Timur Dilalap Api
Silaturahmi Kebangsaan di Istana
Agenda tersebut bukan sekadar forum formal, melainkan ruang silaturahmi yang penuh makna.
Gus Yahya menegaskan bahwa ormas Islam hadir membawa pesan damai, sekaligus komitmen menjaga keutuhan NKRI.
“Ini bukan hanya pertemuan politik, tapi bagian dari upaya merajut kebersamaan dalam bingkai kebangsaan,” tutur Gus Yahya.
Baca Juga: Grahadi Terbakar di Tengah Amarah Massa: Simbol Kekuasaan Jawa Timur Dilalap Api
Menjaga Harmoni dalam Perbedaan
Menurut Gus Yahya, bangsa Indonesia kaya akan keragaman. Justru di sanalah pentingnya ormas Islam untuk hadir sebagai perekat.
Diskusi dengan Presiden Prabowo lebih banyak menyinggung peran keagamaan dalam merawat harmoni, sekaligus mengajak masyarakat agar tetap optimis menyongsong masa depan.
Baca Juga: Drama Hilangnya Fitur Live TikTok: Antara Aksi Massa, Strategi Aman, dan Kebingungan Warganet
Dukungan Moral untuk Pemerintah
Artikel Terkait
Promo Alfamart Khusus 30-31 Agustus 2025, Diskon Jumbo Kebutuhan Harian
Katalog Promo Superindo 30–31 Agustus 2025, Diskon Gede-gedean di Akhir Bulan
Affan Kurniawan, Sebelum Maut Menjemput
LHKPN Eko Patrio Rp 131 Miliar: Ironi di Balik Joget DPR yang Menuai Hujatan
Uya Kuya: Dari Joget DPR yang Viral hingga LHKPN dengan Rumah Amerika yang Bikin KPK Angkat Alis
Drama Hilangnya Fitur Live TikTok: Antara Aksi Massa, Strategi Aman, dan Kebingungan Warganet
Grahadi Terbakar di Tengah Amarah Massa: Simbol Kekuasaan Jawa Timur Dilalap Api
Suara Solidaritas Menembus Batas: Artis Korea & Thailand Ikut Bersuara untuk Demo Indonesia
TikTok Matikan Sementara Fitur Live Imbas Unjuk Rasa di Indonesia, Ini Alasannya
Jaringan Mitra Promedia Desak Zulhas:Copot Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN yang Tidak Empati pada Rakyat