Tragedi ini memicu gelombang kemarahan. Massa dari pengemudi ojol hingga warga menggelar aksi di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.
Situasi sempat memanas ketika demonstran membakar pos polisi di bawah flyover Senen.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban, seraya berjanji mengusut kasus ini secara transparan.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto ikut angkat suara.
Ia menegaskan rasa kecewanya terhadap tindakan Brimob, serta memerintahkan agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku diberi hukuman sekeras-kerasnya.
Publik Menanti Keadilan
Kini, sorotan publik tertuju pada proses pemeriksaan tujuh anggota Brimob tersebut.
Apakah transparansi live Instagram cukup untuk mengembalikan kepercayaan?
Atau justru menambah tekanan agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu?***
Artikel Terkait
Mendag Soroti Bisnis Waralaba: Lokal Lebih Banyak, Asing Lebih Tenar
Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni Kini Anggota Komisi I, Buntut Pernyataan 'Orang Tolol Sedunia'?
Tanggapi Insiden Barakuda Tabrak Pendemo, Mahfud MD Ingatkan Akar Masalah Ada di Pejabat Korup
KPI Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Affan Kurniawan saat Aksi Demonstrasi, Ingatkan Pentingnya Profesionalisme Penyiaran
IHSG Melemah Hampir 2 Persen, Analis Sebut Demo di Jakarta Dinilai Jadi Faktor Utama
Viral Video Baju Murah dari China Banjiri Indonesia, Mendag Janji Lakukan Penelusuran
JNE Resmikan Gerai Pertama di IKN, Pengiriman Kini Hanya 1–2 Hari
Laode Sulaeman Resmi Dilantik Jadi Dirjen Migas, Akhiri Kekosongan Jabatan Sejak Februari 2025
Setting Spray vs Setting Powder: Perbedaan, Cara Memilih, dan Rekomendasi Produk Terbaik
Apple Akan Buka Developer Academy Baru di Jakarta 2026, Perkuat Talenta Digital Indonesia