Reksa Dana vs Saham: Pengertian, Perbedaan, dan Pilihan Tepat untuk Investor Pemula

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 19:50 WIB
Foto Ilustrasi - Saham dan reksa dana adalah instrumen investasi yang dibedakan dari tingkat keterlibatan investor. (Unsplash/Austin Distel)
Foto Ilustrasi - Saham dan reksa dana adalah instrumen investasi yang dibedakan dari tingkat keterlibatan investor. (Unsplash/Austin Distel)

TITIKTEMU.CO – Reksa dana dan saham menjadi dua instrumen investasi populer di pasar modal Indonesia. Meski sama-sama bertujuan memberikan keuntungan, keduanya memiliki karakteristik, cara kerja, serta tingkat risiko yang berbeda.

Apa Itu Reksa Dana?

Reksa dana merupakan wadah investasi yang menghimpun dana dari masyarakat, kemudian dikelola oleh manajer investasi ke dalam berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

Baca Juga: Rice Cooker vs Panci Kukus Nasi Tradisional: Mana yang Lebih Enak dan Cocok untuk Keseharian? Ini Perbedaannya

Hasil investasi dibagikan kepada investor sesuai jumlah unit penyertaan yang dimiliki. Jenis reksa dana pun beragam, mulai dari reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, hingga reksa dana pasar uang.

Proses pembelian kini semakin mudah, baik melalui bank maupun platform digital seperti Bibit, Bareksa, Ajaib, Tanamduit, IPOT, dan Makmur.

Meskipun dikelola profesional, reksa dana tetap memiliki risiko, seperti penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB), risiko likuiditas, hingga risiko wanprestasi pengelola.

Baca Juga: BRI Resmikan Kantor Cabang di Taipei, Hadirkan Layanan Keuangan bagi 360 Ribu PMI di Taiwan

Apa Itu Saham?

Saham adalah tanda kepemilikan seseorang atas sebagian dari suatu perusahaan. Pemilik saham berhak menerima dividen dan berpotensi memperoleh capital gain dari kenaikan harga saham.

Ada beberapa jenis saham, di antaranya saham biasa dan saham preferen, yang masing-masing memiliki hak dan pembagian keuntungan berbeda.

Contoh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara lain PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), dan Telkom Indonesia (TLKM).

Risiko investasi saham mencakup fluktuasi harga pasar, risiko perusahaan, hingga ketidakpastian pembagian dividen.

Baca Juga: Serum Vitamin C vs Suplemen Kolagen: Mana Pilihan Terbaik untuk Kulit Cerah dan Kenyal?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X