BMW X3 Dinobatkan Sebagai SUV Favorit GIIAS 2025, Ini Keunggulan dan Kekurangannya

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 11:27 WIB
Potret mobil SUV mewah asal Jerman, BMW X3. (Instagram.com/@bmw_indonesia)
Potret mobil SUV mewah asal Jerman, BMW X3. (Instagram.com/@bmw_indonesia)

TITIKTEMU.CO – Ajang otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, baru saja mengumumkan daftar kendaraan pilihan pengunjung. Salah satu yang menjadi sorotan adalah BMW X3, yang berhasil meraih gelar mobil penumpang kategori SUV terfavorit berdasarkan voting pengunjung.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi GIIAS (@giias_id) pada Minggu, 3 Agustus 2025. Dalam keterangannya, BMW X3 dinilai sebagai mobil impian yang paling banyak menarik perhatian selama pameran berlangsung.

“BMW X3 terpilih sebagai mobil penumpang SUV terfavorit,” tulis akun @giias_id.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Motor Bekas di Bawah 15 Juta: Irit, Tangguh, dan Cocok untuk Kerja di Kota Besar Tanpa Khawatir Biaya Perawatan

Mobil Favorit, Tapi Tak Luput dari Kritik
Meskipun menyandang gelar prestisius sebagai SUV favorit GIIAS 2025, sejumlah kritik tetap dialamatkan kepada BMW X3. Beberapa media otomotif internasional, termasuk Business Car UK, menyoroti beberapa kelemahan dari SUV asal Jerman ini.

1. Desain Eksterior Dinilai Kurang Berubah

BMW X3 tampil dengan desain modern yang khas SUV mewah. Tampilan gril besar dan lampu utama ramping memberikan kesan futuristik. Namun, secara keseluruhan tampilan eksterior tidak menunjukkan pembaruan besar dibandingkan generasi sebelumnya.

“Tampilannya tetap elegan dan tegas, tetapi tidak ada elemen baru yang benar-benar membuat kagum,” tulis Business Car UK.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Motor Bekas dari Harga 10 Jutaan yang Stylish untuk Cewek Mungil, Anti Jinjit dan Tetap Modis!

2. Suspensi Kaku Jadi Keluhan Pengguna

BMW X3 menyajikan interior dengan layar informasi pengemudi berukuran 12,3 inci dan desain kabin bergaya melengkung. Namun, ruang kabin masih terasa sempit untuk kelas SUV, dan suspensi keras menjadi keluhan utama, terutama pada model dengan roda 20 inci.

“Rasa berkendara kurang nyaman di jalanan bergelombang, terutama pada varian velg 20 inci,” lanjut Business Car UK.
Sebaliknya, versi roda 21 inci justru memberikan kenyamanan lebih baik.

3. Fitur Asisten Dinilai Kurang Inovatif

Secara desain, BMW X3 mengambil inspirasi dari model listrik BMW iX. Namun, pendekatan ini dianggap minim inovasi karena tidak memberikan terobosan baru secara teknologi maupun performa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Sumber: BMW Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X