Respons Marcos: Pencapaian Signifikan untuk Filipina
Presiden Marcos menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai pencapaian penting dalam memperkuat hubungan dagang dan strategis antara Filipina dan AS. Ia juga menyampaikan bahwa Filipina akan meningkatkan volume impor dari Amerika, khususnya untuk produk-produk di sektor pertanian dan kesehatan.
Barang-barang yang akan ditingkatkan impornya antara lain:
- Kedelai
- Gandum
- Obat-obatan dan perlengkapan kesehatan
Marcos menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan komitmen Filipina untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan mitra utamanya, yakni Amerika Serikat.
Konteks Kebijakan Tarif Trump di Tahun 2025
Sejak April 2025, Trump kembali menerapkan kebijakan tarif tinggi terhadap sejumlah mitra dagang, termasuk negara-negara besar seperti Tiongkok, Jerman, dan bahkan Indonesia.
Kebijakan ini sempat ditangguhkan selama 90 hari guna memberi ruang untuk negosiasi bilateral.
Namun menjelang batas waktu baru pada 1 Agustus 2025, Trump kembali memberi sinyal akan melanjutkan kebijakan tarif sepihak terhadap beberapa negara yang dianggap tidak memberikan "akses pasar yang adil" bagi AS.
Dalam konteks yang lebih luas, Indonesia juga termasuk dalam daftar mitra dagang yang berhasil mencapai kesepakatan baru.
Tarif produk Indonesia yang sebelumnya dikenakan sebesar 32 persen diturunkan menjadi 19 persen, serupa dengan Filipina.
Simbol Politik dan Arah Baru Diplomasi Ekonomi Trump
Walaupun penurunan tarif yang diberikan Trump hanya satu persen, langkah ini menjadi simbol dari pendekatan keras namun transaksional dalam diplomasi ekonomi yang ia anut.
Artikel Terkait
Airlangga Hartarto: Isu Barang Bajakan di Mangga Dua Tak Masuk Agenda Dagang RI-AS
Prediksi Skor Pertandingan AS Roma vs Fiorentina di Liga Italia Serie A Dini Hari Nanti Lengkap Prediksi Susunan Pemain Kedua Tim
Perang Dagang AS-China Kembali Memanas, Cina dan AS akan Berunding di Jenewa
Presiden Prabowo Siapkan Calon Dubes RI untuk AS, Empat Nama Masuk Radar
Fakta Lengkap Penahanan Khaby Lame di AS karena Masalah Visa: Ini Kronologinya!
AS Perketat Imigrasi, China Terapkan Bebas Visa untuk 55 Negara, Termasuk Indonesia. Ini Detil Ketentuannya.
Gejolak Global Guncang Kripto: Harga Bitcoin Terjun Bebas ke USD 101.000 Usai Serangan AS ke Iran
Araghchi Tegaskan Iran Tak Akan Lanjutkan Negosiasi Nuklir dengan AS, Singgung Sikap Kontradiktif Washington
Hubungan Dagang Indonesia-AS Mengarah Positif, Negosiasi Tarif Trump Diupayakan Jadi Win-Win Solution
Presiden Prabowo Gelar Rapat Usai Sambut PM Malaysia Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Ekonomi dan Kerja Sama AS