Prasetyo menuturkan, pemerintah menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang dengan terus memberikan masukan, memberikan informasi, terutama para pegiat-pegiat media sosial yang menyampaikan masukan dan kepedulian kepada pemerintah.
“Kita semua pasti harus kritis, harus waspada di dalam menerima informasi-informasi publik, kemudian juga harus waspada untuk mencari kebenaran-kebenaran kondisi objektif di lapangan,” lanjutnya.
Baca Juga: Kapan PTBA Bagi Dividen 2025? Simak Jadwal RUPST dan Estimasi Keuntungannya!
Pada keterangan persnya Mensesneg Prasetyo didampingi oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pada kesempatanyang saman Menteri ESDM Bahlil menuturkan perusahaan yang dicabut izinnya yaitu PT Anugerah Surya Pratama (ASP), PT Mulia Raymond Perkasa (MRP), PT Kawei Sejahtera Mining (KSM), dan PT Nurham. Keempatnya merupakan IUP yang berada di kawasan geopark.
Baca Juga: Cara Mengatasi Tanda Silang Merah di SIMPKB untuk PPG 2025
Dengan demikian, hanya satu perusahaan pertambangan nikel di Raja Ampat yang tidak dicabut izinnya, yaitu PT Gag Nikel (GN). Anak perusahaan PT Aneka Tambang (Antam) tersebut beroperasi di Pulau Gag berstatus Kontrak Karya (KK) tersebut dinilai tidak masuk dalam kawasan geopark.***
Artikel Terkait
Menyoal Hilirisasi Nikel, Menteri ESDM Bahlil Ungkap Kritik dan Rekomendasinya Usai Raih Gelar Doktor di Kampus UI
Tragedi Longsor di Tambang Gunung Kuda Cirebon: 10 Korban Jiwa dan Kondisi Terkini
Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat, Komisi III DPR Desak Penegakan Hukum Bila Ada Pelanggaran
Bukan Pulau Gag, Aktivitas Dua Perusahaan Ini yang Justru Ancam Pulau Geopark Raja Ampat
6 Rekomendasi Tempat Wisata Raja Ampat Wajib Masuk Dalam Daftar Holiday ke Papua