Baca Juga: Rekomendasi 4 Beasiswa Mahasiswa Baru 2025: Dapat Bantuan Hingga Lulus Kuliah!
Di banyak daerah, termasuk di Lampung Selatan, harga gabah justru jatuh ke angka Rp4.000 hingga Rp4.500 per kilogram.
Ini tentu menjadi pukulan berat bagi para petani, terutama mereka yang sudah mengeluarkan banyak modal untuk pupuk, pestisida, dan tenaga kerja.
Baca Juga: Prabowo Siapkan PP Penyerapan Gabah Rp 6.500: Prioritaskan Kesejahteraan Petani
Harapan dan Kekecewaan yang Terekam Kamera
Video yang diunggah sang petani bukan sekadar keluhan biasa. Itu adalah bentuk kegelisahan mendalam seorang warga desa yang merasa diabaikan.
Dalam potongan video lainnya, ia bahkan menyebutkan bahwa petani saat ini seperti “dibiarkan berjuang sendiri” di tengah tekanan harga pasar yang tidak menentu.
“Pemerintah bilang petani harus sejahtera. Tapi kenyataannya? Kami malah makin susah,” ungkapnya.
Baca Juga: Beasiswa MEXT Jepang 2026 Resmi Dibuka, Dapat Tunjangan Hidup hingga Rp13,8 Juta/Bulan
Beberapa netizen juga menandai akun-akun resmi pemerintah dalam kolom komentar, berharap agar suara petani ini bisa sampai ke telinga pejabat terkait.
Tanggapan Pemerintah Diharapkan Segera
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai kasus ini.
Namun berdasarkan laporan sebelumnya, Menteri Pertanian sempat menyebutkan adanya kemungkinan “permainan tengkulak” atau celah mafia yang menyebabkan harga gabah tidak stabil.***
Artikel Terkait
Menteri Perdagangan Sarankan Bulog Beli Gabah Petani Dengan Harga Tinggi, Jangan Kalah Dengan Swasta
Prabowo Bela Petani: Tindak Tegas Penggilingan Padi yang Main-main dengan Harga Gabah
Prabowo Siapkan PP Penyerapan Gabah Rp 6.500: Prioritaskan Kesejahteraan Petani
Usai Viral Petani Kalimantan Selatan Mengeluhkan Harga Gabah yang Jauh di Bawah HPP, Menteri Pertanian Sebut Pecat Oknum Bulog
Keluhan Petani Kalimantan Selatan Mengenai Harga Gabah yang Terhambat, Menteri Pertanian Sebut ada Celah Mafia