“Jika ada pemudik yang merasa terbantu, tolong dokumentasikan. Ini bukan soal pencitraan, tetapi agar masyarakat tahu bahwa masjid-masjid ini benar-benar hadir untuk melayani mereka,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.
Panduan Standar Layanan Masjid Ramah Pemudik
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa program ini telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2025.
Baca Juga: Raisah Amini, Anak Penjual Buah Yang Lulus SNBP dan Ingin Jadi Perawat
Dalam SE ini, telah ditetapkan standar minimal fasilitas yang harus disediakan oleh masjid yang berpartisipasi, di antaranya:
- Tempat istirahat yang nyaman
- Toilet dan tempat wudu yang bersih
- Konsumsi bagi musafir (takjil dan minuman)
- Keamanan yang terjamin
“Kami memastikan bahwa seluruh Kepala Kanwil dan Kepala Kemenag Kabupaten/Kota telah menerima dan menindaklanjuti SE ini. Kami juga akan melakukan pengawasan rutin untuk memastikan implementasinya di lapangan,” kata Arsad.
Baca Juga: Putri Ridwan Kamil, Camillia Laetitia Azzahra, Dibanjiri Dukungan Warganet Usai Isu Perselingkuhan
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak keamanan serta publikasi lokasi masjid agar mudah diakses oleh para pemudik.
"Dengan koordinasi yang baik dan pengawasan ketat, program Masjid Ramah Pemudik diharapkan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Kemenag Buka Bantuan untuk Masjid dan Musholla di 2025, Begini Cara Daftarnya!
Spot "War Takjil" Gratis di Masjid Masjid Kota Solo
Jelang Idulfitri 1446 H, BKM Minta Masjid Buka 24 Jam untuk Fasilitasi Pemudik
Jadikan Generasi Berakhlak, Hafidz dan Remaja Masjid Yogya Ikuti Wisata Literasi
Kemenag Siapkan 6.291 Posko Masjid Ramah di Jalur Mudik 2025
Kemenag Pastikan Optimalisasi Masjid Ramah Pemudik hingga Puncak Arus Balik