#KaburAjaDulu, Tapi Jangan Lupa Legal! Raffi Ahmad & Menteri Karding Bahas Tren Pekerja Migran

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 21 Februari 2025 | 07:00 WIB
Diskusi dengan Menteri Karding Soal #KaburAjaDulu, Raffi Ahmad: Lengkapi Dokumen, Jangan Tergoda Calo (bp2mi.go.id)
Diskusi dengan Menteri Karding Soal #KaburAjaDulu, Raffi Ahmad: Lengkapi Dokumen, Jangan Tergoda Calo (bp2mi.go.id)

TITIKTEMU.CO- Tren #KaburAjaDulu yang tengah viral di media sosial menjadi sorotan dalam diskusi santai antara Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Abdul Kadir Karding.

Acara ini berlangsung di kantor KemenP2MI, Jakarta, dan membahas pentingnya keberangkatan pekerja migran yang legal dan terdata.

Hati-hati Iming-iming, Pastikan Keberangkatan Resmi

Raffi Ahmad mengingatkan para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) agar tidak tergiur dengan tawaran kerja di luar negeri tanpa prosedur resmi.

Ia menyoroti peran calo ilegal yang sering memberikan janji palsu kepada para pekerja.

Baca Juga: #KaburAjaDulu ke Australia! Beasiswa LPDP AAS 2025 Buka Peluang Kuliah S2 Gratis

Kadang ada oknum yang menawarkan jalan pintas tanpa pelatihan dan sosialisasi yang cukup. Akibatnya, mereka bekerja tanpa perlindungan hukum, dan saat ada masalah, sulit untuk ditolong,” ujar Raffi.

Sebagai seorang figur publik yang aktif menyuarakan isu tenaga kerja, Raffi menyebut para pekerja migran sebagai patriot bangsa yang harus dilindungi hak-haknya.

> “Mereka bekerja keras demi keluarga dan mengharumkan nama bangsa. Kita harus memastikan mereka mendapat perlindungan maksimal,” tambahnya.

Baca Juga: 10 HP Terbaik Dunia 2024: Mulai Huawei Mate XT, Samsung Galaxy S25 Ultra Hingga Vivo X200 Pro

Kasus Pekerja Migran Ilegal yang Tragis

Dalam diskusi ini, Raffi juga menyinggung beberapa kasus pekerja migran ilegal yang mengalami perlakuan tidak manusiawi di luar negeri.

> “Kemarin ada berita yang menyedihkan dari Myanmar dan Kamboja. Ada pekerja ilegal yang disekap, disetrum, bahkan dianiaya. Mereka sulit ditolong karena tidak terdaftar secara resmi,” kata Raffi.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: bp2mi.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X