TITIKTEMU.CO - Warga Palestina dengan tegas menolak rencana pemindahan populasi yang diusulkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Mereka menegaskan tidak akan meninggalkan tanah kelahiran mereka, meskipun terus menghadapi tekanan dari Israel, sekutu utama AS.
Trump sebelumnya mengajukan gagasan untuk merelokasi warga Gaza ke negara-negara tetangga seperti Mesir dan Yordania, dengan dalih meningkatkan stabilitas keamanan di kawasan tersebut.
Pernyataan tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak yang menilai gagasan ini sebagai bentuk pengusiran massal.
Kritik semakin menguat mengingat kebijakan pemukiman Israel yang semakin agresif di wilayah Gaza.
Keteguhan Warga Gaza untuk Bertahan
Saqr Maqdad, seorang warga Gaza Utara, menegaskan bahwa ia tidak akan pergi, meskipun kehancuran melanda wilayahnya.
Menurutnya, setiap jengkal tanah Gaza memiliki sejarah dan kenangan yang tak tergantikan.
“Gagasan relokasi yang disebutkan Trump hanyalah angan-angan. Setelah semua yang kami alami, apakah dia pikir kami akan meninggalkan rumah kami begitu saja? Ini tanah kami, dan kami akan tetap di sini,” katanya kepada Al Jazeera, Selasa 28 Januari 2025.
Pendapat serupa diungkapkan Abu Suleiman Zawaraa, seorang petani di Khan Younis, Gaza Selatan.
Meskipun ladangnya hancur akibat serangan Israel, ia tetap kembali menanam zaitun dan jeruk. Baginya, meninggalkan Gaza bukanlah pilihan.
“Kami telah bertahan dari serangan, kehancuran, dan kehilangan. Namun, itu tidak akan membuat kami menyerah. Hidup di antara puing-puing adalah tantangan yang kami hadapi dengan tekad,” ungkapnya.
Baca Juga: Beasiswa BCA Tahun Ajaran 2025: Program Pendidikan Teknik Informatika
Artikel Terkait
Prabowo Ucapkan Selamat ke Trump, Tekankan Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Bertemu MBZ, Prabowo Ucapkan Terima Kasih Kepada UEA, Atas Pelibatan Indonesia untuk Misi Kemanusiaan Gaza
Gencatan Senjata Tak Bermakna, Israel Tetap Serang Gaza Hingga 80 Orang Tewas
AS Mewacanakan Relokasi Pengungsi Gaza ke Indonesia,
Wacana Relokasi Pengungsi Gaza ke Indonesia, MUI: Itu Adalah Upaya Pengusiran Warga Palestina
Hanya Beberapa Jam Setelah Donald Trump Dilantik jadi Presiden, AS Putuskan Keluar dari Anggota WHO, Ini Alasannya