Selain itu, Hilman Latief mengungkapkan bahwa penggunaan nilai manfaat dari optimalisasi setoran awal jemaah juga mengalami penurunan.
Tahun ini, rata-rata penggunaan nilai manfaat per jemaah mencapai Rp33.978.508,01, turun dari angka sebelumnya sebesar Rp37.364.114,40.
Penyesuaian ini turut berkontribusi dalam meringankan beban biaya haji.
Meskipun Bipih sudah ditetapkan sebesar Rp55,5 juta, Budi Gunawan menegaskan bahwa pemerintah masih mengupayakan penurunan lebih lanjut agar biaya tersebut semakin terjangkau bagi masyarakat.
Dukungan dari Arab Saudi
Dalam upaya menurunkan biaya haji, pemerintah Indonesia juga mendapatkan sinyal dukungan dari pemerintah Arab Saudi.
Budi Gunawan menyebutkan bahwa adanya area khusus untuk jemaah Indonesia di Arab Saudi dapat meningkatkan kapasitas penampungan jemaah, yang berpotensi menekan biaya lebih jauh.
Namun, hingga kini belum ada rincian lebih lanjut mengenai skema penurunan tersebut.
Hal ini karena pemerintah masih melakukan perhitungan untuk memastikan penurunan biaya haji dapat berjalan efektif dan tidak membebani calon jemaah.***
Artikel Terkait
Hasil Seleksi Petugas Haji 1446 H Diumumkan Januari 2025
Bagaimana Supaya Biaya Haji Lebih Murah, Tetapi Layanan Tetap Baik
Wamenag: Insya Allah Bipih Jemaah Haji Bisa di Bawah Rp56Juta
Biaya Haji yang Harus Dibayar Jamaah Rp55,43 Juta, Begini Rincian dan Fasilitasnya
Jemaah Terbang ke Saudi 2 Mei, Ini Rencana Perjalanan Haji 2025
Pasti, Indonesia akan Berangkatkan 221 Ribu Jemaah pada Operasional Haji 2025