Apakah penurunan harga ini akan berdampak pada penurunan kualitas layanan? Wamenag yakin itu tidak akan terjadi. Pasalnya, potensi penurunan harga disebabkan oleh iklim penyediaan layanan yang semakin kompetitif. Semakin banyak perusahaan yang bisa menyiapkan jasa, maka akan semakin kompetitif dan servis juga makin baik.
“Dulu, perusahaan yang mengelola penyediaan barang dan jasa itu sangat sedikit, sehingga sedikit monopoli dalam menetapkan harga. Sekarang ini, untuk hotel saja, begitu dibuka, kalau tahun lalu hanya belasan, sekarang 400 an. Untuk Armuzna yang lalu sekitar lima, ini begitu dibuka sampai 20 an,” ucap Wamenag.
Baca Juga: Pemerintah Berupaya Tekan Biaya Haji 2025, Layanan Tetap Terjaga
“Jadi ada kompetisi dan masing-masing menunjukkan servis. Jadi, ini kabar gembira buat penyelenggara karena kemungkinan pelayanan lebih baik, dengan banyak pesaing harganya semakin kompetitif,” tandasnya.
Kemenag dan DPR dalam raker ini sudah bersepakat untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) BPIH. Menurut Wamenag, Panja BPIH akan segera bekerja untuk membahas usulan biaya haji. Hasil pembahan Panja BPIH diharapkan sudah bisa diketahui pada 10 Januari 2025.
“Rencana kita, paling lama 10 Januari sudah ketok supaya bisa on going dengan cepat,” tutupnya.
Artikel Terkait
Hasil Seleksi Petugas Haji 1446 H Diumumkan Januari 2025
Pengumuman Hasil Seleksi Petugas Haji 1446 H Mulai Januari 2025, Ditjen PHU Arsad Hidayat: Kita Berharap Tahun Ini Ada Penambahan Kuota
Fokus Upaya Penambahan Kuota Petugas Haji 1446 H oleh Kementerian Agama
Pemerintah Berupaya Tekan Biaya Haji 2025, Layanan Tetap Terjaga
Bagaimana Supaya Biaya Haji Lebih Murah, Tetapi Layanan Tetap Baik