TITIKTEMU.CO - Ada yang menarik dari Pilkada Jawa Tengah 2024. Banyak yang mengaitkan kemenangan pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin dengan 'Jokowi Effect'. Namun, benarkah itu satu-satunya faktor penentu?
Menurut Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, saat ditanya mengenai hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menampik anggapan tersebut. "Ya itu kan karena calonnya, bukan karena saya," ujar Jokowi. Ia menegaskan bahwa faktor internal dari pasangan calon lebih dominan dalam memenangkan pertarungan ini.
Bukan rahasia lagi bahwa Jokowi memang sempat memberikan dukungan kepada pasangan ini. Namun, menurutnya, kemenangan Luthfi-Yasin lebih karena penerimaan masyarakat yang baik. "Dan karena penerimaan rakyat, penerimaan masyarakat itu baik," tambah Jokowi.
Menariknya, tidak semua calon yang mendapatkan dukungan dari Jokowi berhasil memenangkan Pilkada 2024. Banyak pasangan calon dari berbagai daerah yang mengunjungi rumahnya untuk meminta dukungan, namun tidak semua berakhir manis.
Hasil quick count dari beberapa lembaga survei menunjukkan keunggulan Ahmad Luthfi-Taj Yasin atas rival mereka, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi. Ini mengubah peta politik Jateng yang selama dua dekade terakhir dikenal sebagai 'kandang banteng' PDIP.
Wahid Abdulrahman, pengamat politik dari Universitas Diponegoro, mengungkapkan bahwa mesin partai PDIP sebenarnya sudah bekerja maksimal. Namun, sejumlah faktor membuat mereka gagal kali ini. Salah satunya adalah representasi santri melalui Taj Yasin.
Faktor lain yang cukup menarik adalah efek dari Jokowi dan Prabowo yang membuat persaingan menjadi ketat. Namun, pada akhirnya, dukungan Jokowi melalui pawai di beberapa wilayah memberikan dampak signifikan.
Baca Juga: Hasil Quick Count Pilgub Jateng 2024: Ahmad Luthfi-Taj Yasin Unggul, Andika-Hendi Tertinggal
"Show of force dukungan Jokowi melalui pawai bersama Paslon 02 di sejumlah wilayah seperti Purwokerto, Klaten, Blora, Tegal, dan Grobogan memberikan efek positif signifikan," tegas Wahid.
Apapun alasannya, kemenangan ini tentu mengubah lanskap politik di Jawa Tengah. Apakah ini berarti era baru bagi politik Jateng? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.***
Artikel Terkait
Petahana Zulkieflimansyah Beberkan Alasannya Ikut Kontestasi Pilgub NTB 2024 Saat Terima Rombongan Jejaring Promedia Wilayah NTB
Paslon Ketar-ketir. Begini Pengaruh Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta 2024 Menurut Survei LSI
Daftar Profil Panelis Debat Perdana Pilgub Jateng 2024 dan Aturan
Dugaan Politik Uang di Pilgub Jateng 2024: Tim Luthfi-Yasin Melapor ke Bawaslu
Tema Debat Perdana Pilgub Jateng 2024 "Reformasi Birokrasi", Andika Perkasa-Hendrar Prihadi vs Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen Siap Adu Argumen
Ahmad Luthfi Dapat Dukungan Jokowi untuk Pilgub Jateng 2024: "Saya Terharu"
Hasil Quick Count Pilgub Jateng 2024: Ahmad Luthfi-Taj Yasin Unggul, Andika-Hendi Tertinggal
Pemilu DKI Jakarta 2024: Akankah Pilkada Dua Putaran Terjadi Lagi? Ini Syarat Menang Pilgub DKI Jakarta
4 Alasan Pramono-Doel Klaim Jadi Jawara Pilgub DKI 2024, Sebut Perhitungan Suara Real Count KPU hingga Exit Poll