Senyum Tom Lembong Usai Jadi Tersangka Kasus Impor Gula. Ternyata Pernah Ngaku Nyesel Jadi Mendag di Era Jokowi, Begini Rekam Jejaknya

photo author
Tim TITIK TEMU 05, TitikTemu.co
- Rabu, 30 Oktober 2024 | 15:10 WIB
Eks Menteri Perdagangan era Jokowi, Thomas Lembong yang menjadi tersangka kasus impor gula Kemendag di Kejaksaan RI, pada Selasa, 29 Oktober 2024. (YouTube.com / Kejaksaan RI)
Eks Menteri Perdagangan era Jokowi, Thomas Lembong yang menjadi tersangka kasus impor gula Kemendag di Kejaksaan RI, pada Selasa, 29 Oktober 2024. (YouTube.com / Kejaksaan RI)

Selain itu, impor gula kristal mental yang dilakukan pihak Tom Lembong tanpa adanya rekomendasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

"Tanpa adanya rekomendasi dari Kementerian Perindustrian guna mengetahui kebutuhan real gula di dalam negeri," tandas Qodar.

Baca Juga: Wah Seru, Kompetisi Bahasa Mandarin “Yahua Cup” Pertama Menarik 330 Peserta

Rekam Jejak Karier Tom Lembong

Tom Lembong pernah menjadi Co-Captain Tim Nasional Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) di Pilpres 2024 lalu.

Terkait rekam jejak di era Jokowi, Tom Lembong menduduki posisi sebagai Mendag sejak 12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016 silam.

Sebelumnya, pria lulusan Harvard University itu juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 27 Juli 2016 hingga 23 Oktober 2019 lalu.

Baca Juga: Panduan Registrasi Garuda ID, Nonton Garuda Jadi Makin Nyaman dan Mudah

Tom Lembong Pernah Menyesal Berada di Pemerintahan RI

Berkaca dari rekam jejaknya di era Jokowi, Tom Lembong pernah mengaku menyesal jadi bagian dari pemerintah RI.

"Semakin mendalami data-data ekonomi, saya ini benar-benar sedih banget, prihatin banget," ujar Tom Lembong dalam diskusi "Pemuda Harsa: Bangga Bicara" di On3 Senayan, Jakarta, pada Jumat, 9 Februari 2024 lalu.

"Dan saya punya rasa sesal, menyesal yang lumayan besar karena saya pernah menjadi bagian dari pemerintah," ungkapnya.

Tom Lembong juga menyesal karena pada masa itu strategi yang dijalankannya dalam membenahi ekonomi Indonesia tidak sepenuhnya berhasil.

"Termasuk di saat-saat kita menjalankan strategi yang menurut data yang saya lihat, tidak berhasil. Kalau mau lebih keras lagi, ya banyak gagal," tandasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: Kemendag RI, Kejaksaan RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X