Jumlah Menteri Membengkak Jadi 44 Orang? Prabowo Susun Strategi Birokrasi, Begini Prinsip Koalisi yang Besar dan Peran Analis Kebijakan

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 26 September 2024 | 19:45 WIB
Potret Presiden RI Jokowi dan Presiden RI Terpilih Prabowo Subianto (Instagram.com/@prabowo)
Potret Presiden RI Jokowi dan Presiden RI Terpilih Prabowo Subianto (Instagram.com/@prabowo)

 

TITIKTEMU.CO - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan baru-baru ini mengatakan, pemerintahan Prabowo akan ada kombinasi strategi pembenahan birokrasi Era Orde Baru, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Jokowi.

"Pembenahan birokrasi pada pemerintahan Prabowo akan mengombinasikan fokus fungsional dan detail, sehingga birokrasi akan lebih efisien," kata Zulkifli Hasan di Menara Kadin, Jakarta, pada Selasa, 24 September 2024 lalu.

Jumlah kementerian pada susunan kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto juga pernah disebut akan bertambah dibandingkan era Presiden Jokowi.

Baca Juga: Paslon Ketar-ketir. Begini Pengaruh Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta 2024 Menurut Survei LSI

Isu tersebut sempat diamini oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

"Penambahan iya, mungkin sekitar itu (jadi 44 menteri)," ujar Zulkifli Hasan dalam kesempatan lain di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu, 11 September 2024 lalu.

Wacana penambahan kabinet itu memunculkan tanda tanya mengenai komitmen Prabowo dan Gibran terhadap reformasi birokrasi di masa depan.

Sebab, prinsip koalisi besar menunjukkan pemerintah yang sepakat untuk meningkatkan keadilan dan kesetaraan dalam birokrasinya.

Baca Juga: Makna 'Nebeng' Kaesang Soal Private Jet, Ini 10 Jenis Gratifikasi yang Tidak Wajib Dilaporkan ke KPK

Prinsip Koalisi yang Besar

Penelitian Studi Politik Afrika Selatan oleh Ilmuwan Politik Belanda-Amerika Arend Lijphart yang diterbitkan online pada tahun 2007, mengungkap prinsip koalisi besar dalam pemerintahan.

"Prinsip koalisi besar berarti pemerintah konsensual (sepakat) bersama," tulis Lijphart dalam penelitian tersebut.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran analis kebijakan untuk menjadi jembatan yang menghubungkan antara keinginan rakyat dengan pemerintah.

Baca Juga: Bertemakan Digital Dreamer, The Girl Market Bandung Hari Ke-2: Nggak Jaman Insecure, Yuk Improve Bareng!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Indikator, LAN RI, Tandf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X