Mengapa Harga Beras di Indonesia Melonjak Tinggi? Simak Penjelasan Bank Dunia!

photo author
Abi Zahy, TitikTemu.co
- Sabtu, 21 September 2024 | 14:35 WIB
Mengapa Harga Beras di Indonesia Melonjak Tinggi? Simak Penjelasan Bank Dunia! (Bulog)
Mengapa Harga Beras di Indonesia Melonjak Tinggi? Simak Penjelasan Bank Dunia! (Bulog)

TITIKTEMU.CO - Harga beras di Indonesia saat ini menjadi sorotan tajam. Menurut Bank Dunia, harga beras di sini 20 persen lebih mahal dibandingkan dengan pasar global. Bahkan, harga beras lokal terus mencatatkan angka tertinggi di kawasan ASEAN. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Carolyn Turk, menjelaskan bahwa tingginya harga beras disebabkan oleh sejumlah faktor. Kebijakan pemerintah yang membatasi impor dan meningkatnya biaya produksi menjadi penyebab utama. Selain itu, ada juga pengetatan tata niaga yang membuat harga semakin melambung, ujarnya dalam Indonesia International Rice Conference (IIRC) 2024 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Jumat 20 September 2024.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Timnas U-16 Indonesia Vs Kepulauan Faroe U-16 di Pinatar Arena U-16 Super Cup 2024

Ironisnya, meski harga beras melangit, pendapatan petani lokal justru sangat rendah. Berdasarkan Survei Pertanian Terpadu dari BPS, rata-rata petani kecil hanya mendapatkan kurang dari 1 dollar AS atau sekitar Rp 15.199 per hari. Pendapatan tahunan mereka pun hanya sekitar 341 dollar AS atau Rp 5,2 juta. Sangat jauh dari harapan, bukan?

Hal ini menciptakan kesenjangan yang signifikan antara harga yang dibayar konsumen dan keuntungan yang diterima petani. Carolyn menegaskan, tingginya harga beras ini tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga pada masyarakat luas. Hanya 31 persen penduduk Indonesia yang mampu mengakses makanan sehat karena sulitnya membeli pangan bergizi.

Kenaikan harga beras perlu menjadi perhatian semua pihak, terutama saat Indonesia berambisi menjadi negara maju pada tahun 2045. Langkah awal yang disarankan adalah memastikan harga pangan, terutama beras, tetap terjangkau. Hal ini penting demi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.

Baca Juga: Daftar Harga BBM Terbaru per 21 September 2024 di Jakarta, Sumatra Barat, Jawa Tengah

Impor beras Indonesia juga mengalami lonjakan yang signifikan. Data dari BPS menunjukkan bahwa impor beras meningkat 121,34 persen dalam periode Januari hingga Agustus 2024. Nilai impor beras mencapai 3,05 juta ton, setara dengan 1,91 miliar dollar AS. Thailand menjadi negara asal utama beras yang diimpor.

Namun, bukan hanya beras yang diimpor. Komoditas pangan lain seperti gandum dan gula juga mengalami peningkatan impor. Menurut Rachmi Widiriani dari Bapanas, tingginya harga beras disebabkan oleh biaya produksi yang besar, yang memaksa petani untuk menaikkan harga agar tetap mendapatkan keuntungan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abi Zahy

Sumber: Bulog

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X