TITIKTEMU.CO, Suasana haru menyelimuti prosesi pemulangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 100 Embarkasi Solo (SOC-100) yang merupakan kloter pamungkas pada fase pemulangan jemaah Debarkasi Solo.
Pada prosesi pemulangan 351 jemaah haji, Senin (22/7) di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan, petugas mendapatkan kejutan dari jemaah haji berupa pemberian cendera mata berupa buket bunga dan boneka unta.
Usai pembacaan doa, Sugeng, salah satu jemaah haji langsung maju ke depan. Sugeng serta merta mengucapkan terima kasih kepada para petugas haji atas layanan terbaiknya selama beribadah di Tanah Suci.
Baca Juga: KISAH HARU HAJI : Berawal Jadi Tukang Ojek Akhirnya Berangkat Haji
"Izinkan kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para petugas haji. Atas layanan terbaiknya kepada kami," kata Sugeng.
Sugeng menyampaikan maaf apabila selama perjalanan haji banyak masukan dan sering merepotkan para petugas. "Kalau selama ini banyak masukan bukan berarti itu mencela atau tidak suka, tapi semua demi kebaikan bersama. Semoga amal kebaikan para petugas mendapatkan pahala setimpal dari Allah SWT," kata Sugeng.
Ketua kloter 100 SOC, Harno menyampaikan terima kasih atas apresiasi jemaah kepada 5 petugas yang menyertai kloter 100 SOC. Ia juga memohon maaf apabila ada pelayanan yang kurang berkenan.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada salah sikap dan tutur kata dalam pelayanan selama beribadah haji. Jemaah Kloter 100 SOC tetap semangat dan semoga menjadi haji yang mabrur," kata Harno.
Baca Juga: Sore Ini Kloter Haji Terakhir Mendarat Di Kertajati, Operasional Haji Selesai
Sugeng dan empat jemaah haji lainnya memberikan buket bunga dan boneka unta kepada lima petugas haji. Momen hari itu disaksikan oleh seluruh jemaah dan PPIH Embarkasi Solo dengan memberikan tepuk tangan yang riuh.
Kakanwil Kemenag Jateng Musta’in Ahmad menyampaikan, hingga pemulangan SOC 100, jemaah yang kembali ke tanah air sebanyak 35.893 jemaah. Rinciannya, dari Jateng 32.443 jemaah dan dari DIY 3.450 jemaah.
Musta’in mengatakan, selisih jumlah jemaah pada masa pemberangkatan dan pemulangan ada 89 jemaah, dengan rincian: 80 jemaah wafat di Tanah Suci dan sembilan jemaah sakit dan masih dirawat di Tanah Suci.
"Pada prosesi pemberangkatan, ada dua jemaah yang wafat di Embarkasi Solo," imbuh Musta’in.
Musta’in menambahkan, setelah masa operasional haji, sembilan jemaah yang masih sakit dan dirawat di Tanah Suci akan mendapatkan pelindungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). "Mereka akan mendapatkan pelayanan kesehatan hingga proses pemulangan pada saat jemaah haji sudah sembuh dan laik terbang," terang Musta'in.
Artikel Terkait
INFO HAJI 2024 : Inovasi Haji Dengan 158 Pos Satelit di 11 Sektor Pemondokan
Sore Ini Kloter Haji Terakhir Mendarat Di Kertajati, Operasional Haji Selesai
INFO HAJI 2024 : Jemaah Haji Sudah Pulang Semua Kecuali 62 Orang Masih Dirawat
KISAH HARU HAJI : Berawal Jadi Tukang Ojek Akhirnya Berangkat Haji