TITIKTEMU.CO, Shalat sunnah hari raya kurban yang akan dilakukan sebentar lagi , atau yang juga dikenal dengan istilah shalat sunnah Idul Adha merupakan salah satu shalat yang sangat dianjurkan dalam Islam (sunnah muakkad).
Anjuran ini didasarkan karena Rasulullah semasa hidupnya tidak pernah meninggalkan shalat sunnah yang satu ini. Sehingga para ulama pun menilai bahwa shalat sunnah Idul Adha hukumnya sangat dianjurkan.
Adapun lokasinya, tempat pelaksanaan shalat sunnah Idul Adha berbeda-beda di setiap daerah. Di Indonesia, lumrahnya dilaksanakan di masjid-masjid, jika masjidnya besar dan mampu memuat banyak orang.
Namun tidak jarang juga banyak orang yang melaksanakan shalat sunnah ini di mushalla, lapangan luas, jalanan, dan lain sebagainya. Lantas, apakah shalat sunnah Idul Adha harus di masjid?
Baca Juga: Rukun Shalat Idul Fitri: Perbedaan dan Persamaannya Bacaan Niat dan Setelah Takbir
Perlu diketahui bahwa shalat hari raya Idul Adha tidak harus dilaksanakan di masjid, namun boleh dilakukan di mushalla, lapangan luas, dan tempat-tempat lain yang dinilai strategis untuk dijadikan tempat shalat.
Hal ini karena shalat Idul Adha tidak memiliki syarat khusus agar dilakukan di masjid, sehingga para jamaah diperkenankan untuk menunaikan shalat ini di berbagai tempat. Bahkan Rasulullah pernah melakukan shalat id di lapangan, sebagaimana disebutkan dalam salah satu riwayat:
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى. فَأَوَّلُ شَىْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلاَةُ ، ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ جُلُوسٌ عَلَى صُفُوفِهِمْ فَيَعِظُهُمْ وَيُوصِيهِمْ وَيَأْمُرُهُمْ فَإِنْ كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَقْطَعَ بَعْثًا قَطَعَهُ وَيَأْمُرَ بِشَىْءٍ أَمَرَ بِهِ، ثُمَّ يَنْصَرِفُ
Artinya, “Dari Abu Sa’id al-Khudri, ia berkata: Rasulullah saw biasa keluar menuju mushalla pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Hal pertama yang nabi lakukan adalah shalat, kemudian berpaling menghadap manusia, di mana mereka dalam keadaan duduk di shaf-shaf mereka. Nabi memberi pelajaran, wasiat, dan perintah. Jika nabi ingin mengutus satu utusan, maka ia memutuskannya, atau jika nabi ingin memerintahkan sesuatu, maka nabi memerintahkannya, kemudian berpaling.”
Berdasarkan riwayat ini, maka dapat disimpulkan bahwa shalat hari raya Idul Adha tidak disyaratkan harus dilakukan di masjid. Sebab, andai saja harus dilakukan di masjid, maka nabi akan melakukannya di masjid, bukan di mushalla.
Baca Juga: Kapan Sebenarnya Waktu Utama Untuk Menjalankan Shalat Tarawih ?
Lantas, manakah yang lebih utama, apakah shalat sunnah Idul Adha di masjid, mushalla, ataupun tanah lapang?
Para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi persoalan keutamaan tempat pelaksanaan shalat hari raya. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Abu Thayyib Muhammad Syamsu al-Haq dalam salah satu karyanya yang berjudul ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud.
Ia mengatakan bahwa terdapat dua pendapat dalam hal ini,
(1) menurut Imam Syafi’i, jika masjidnya luas maka lebih baik shalat di masjid. Jika tidak, maka lebih baik shalat di luar masjid; dan
Artikel Terkait
Kapan Sebenarnya Waktu Utama Untuk Menjalankan Shalat Tarawih ?
Mau Shalat Tarawih 11 Rakaat Sendiri di Rumah? INI Bacaan Niat Shalat Tarawih dan Witir Tiga Rakaat
Rukun Shalat Idul Fitri: Perbedaan dan Persamaannya Bacaan Niat dan Setelah Takbir
Bacaan Doa Setelah Shalat Istikharah Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya