TITIKTEMU.CO, Perasaan haru menyelimuti ibu Yayah (49) saat tiba di Kota Nabi. Meski cuaca panas menyengat, dan media pengukur cuaca menunjukkan angka 42 derajat, tetap tak menghalanginya untuk sujud syukur di pelataran Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
"Saya senang, saya bersyukur Allah izinkan saya sampai sini," ucapnya dengan terbata dan meneteskan air mata.
Ditemani sang putri, Bu Yayah bercerita, penantiannya ke Tanah Suci sudah lebih dari 10 tahun. Yayah terdaftar sebagai calon jemaah haji sejak 2013. Seyogyanya ia berangkat dengan suami tercinta. Namun, takdir berkata lain, sang suami lebih dulu wafat sehingga porsi antriannya digantikan oleh putrinya.
Baca Juga: KISAH HARU HAJI : Nabung Berdua untuk Haji tapi Ditinggal Istri Wafat Duluan
Sebagai ibu rumah tangga, ia konsisten menabung untuk bisa beribadah haji. Uang-uang itu didapatnya dari hasil panen padi di sawah miliknya. Jemaah haji asal Karawang ini berangkat bersama kelompok terbang (kloter) 18 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS-18).
"Saya langsung ingat suami saya. Saya kangen sekali sama Bapak. Harusnya saya berangkat sama Bapak, tapi ya gimana, saya cuma bisa berdoa semoga Bapak ditempatkan di tempat terindah," tersedu Bu Yayah mengungkapkan perasaannya. Berkali-kali tangannya menyeka airmatanya yang mengucur begitu saja.
Baca Juga: KISAH HARU HAJI : Sajeriah Jemaah Haji Tunanetra Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci
"Saya bersyukur bisa menginjakkan kaki saya di sini. Bertemu petugas yang baik, yang ramah dan sepenuh hati melayani kami. Terima kasih ya," kata Bu Yayah menutup perbincangan sembari memeluk petugas satu per satu.
Artikel Terkait
KISAH HARU HAJI : Haji Tertua berusia 110 Tahun Ini Tersenyum Melihat Merah Putih Di Seragam Petugas
KISAH HARU HAJI : Sajeriah Jemaah Haji Tunanetra Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci
KISAH HARU HAJI : Runiti Kuatkan Hati Tetap Berangkat ke Tanah Suci Meski Tanpa Suami
KISAH HARU HAJI : Bahagianya Satu Keluarga Guru Bisa ke Tanah Suci
KISAH HARU HAJI : Nabung Berdua untuk Haji tapi Ditinggal Istri Wafat Duluan