Prabowo menekankan, kebijakan hilirisasi untuk mengecilkan impor pun bukan berarti menjadikan Indonesia sebagai negara yang menganut konsep ekonomi proteksionis. Ia ingin Indonesia menjadi negara industri yang maju dan tidak melulu menjadi sekadar eksportir bahan mentah.
Menurutnya, setiap negara akan memperjuangkan kepentingan nasional, terlebih untuk melindungi rakyatnya.
Baca Juga: Seperti Ini Fasilitas Hotel Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Lokasinya Dekat dari Masjid Nabawi
"Saya pikir ini salah presepsi. Kami tidak proteksionis. Apa yang kami lakukan sangat logis, setiap negara di dunia akan memperjuangkan atau melindungi kepentingan inti nasional, rakyatnya,"
"Kita ingin melakukan industrialisasi dan itu adalah sumber daya alam kita yang harus dilindungi demi kepentingan rakyat. Kita harus mendapatkan nilai penuh untuk itu. Kita tidak bisa terus mengimpor barang-barang industri sepanjang waktu. Itu tidak adil bagi rakyat kita," tegas Prabowo.***
Artikel Terkait
TKN Prabowo Gibran: Keberpihakan Pada Ibu dan Anak Menjadi Konsentrasi Utama Dalam Program-program Yang Ditawarkan Prabowo Gibran
TKN Prabowo Gibran: Program Makan Siang Gratis Investasi Terbaik Songsong Indonesia Emas 2045
Prabowo Usai Unggul di Quick Count: Kami akan Rangkul Semua Unsur dan Kekuatan
TKN Prabowo Gibran Luruskan Misinformasi Program Makan Siang Gratis Baru Terlaksana 2029. Budisatrio Djiwandono: Segera Dimulai Setelah Dilantik!
Prabowo Terima Kenaikan Pangkat Kehormatan Jadi Jenderal TNI (HOR)
Prabowo: Program Makan Siang dan Susu Gratis Penting Untuk Masa Depan Anak-anak Kita
Tegas Jawaban Prabowo Soal Kekhawatiran Demokrasi di Kepemimpinannya: Saya Ingin Jadi Diri Sendiri dengan Tulus