Belajar Dari Kecelakaan Bus Pariwisata , Sandiaga Uno Menyarankan Aplikasi Ini Untuk Mengecek Kelaikan Bus Pariwisata

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Rabu, 15 Mei 2024 | 19:00 WIB
Penggunaan bus pariwsata  harus melihat kelaikannya (Kemenparekraf)
Penggunaan bus pariwsata harus melihat kelaikannya (Kemenparekraf)

TITIKTEMU.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sandiaga Salahuddin Uno mendorong kolaborasi seluruh pihak terkait untuk memperkuat pengawasan terhadap kelaikan bus pariwisata di Indonesia.

Menparekraf Sandiaga mengatakan, berkaca dari kecelakaan bus pariwisata yang ditumpangi oleh siswa SMK Lingga Kencana di Subang, Jawa Barat, pada 11 Mei 2024, maka perlu dilakukan peningkatan manajemen krisis dalam mengantisipasi kejadian serupa. Salah satunya melalui peningkatan pengawasan kelayakan bus pariwisata.

"Kecelakaan ini terpicu oleh kondisi kendaraan yang tidak laik," kata Menparekraf Sandiaga. Pengawasan tersebut, kata Sandiaga, salah satunya bisa dilakukan dengan mengunduh aplikasi aplikasi Sistem Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda (SPIONAM) dari Kementerian Perhubungan.

"Kita harus terus melakukan edukasi yang lebih baik dan memberikan informasi kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengecek data di Kementerian Perhubungan dan asosiasi agen perjalanan base-base mana yang lolos penilaian melalui aplikasi SPIONAM. Sehingga ini mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi," katanya.

Baca Juga: Wah Bukan Main, Wisata Sari Ater Akan Punya Cable Car Yang membentang Sampai Tangkuban Perahu

Sementara itu Staf Ahli Menparekraf Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo dalam keterangannya menambahkan Kemenparekraf senantiasa menyosialisasikan kampanye pemilihan bus pariwisata yang lulus uji laik. Hal ini terus dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif mengingat masih tingginya frekuensi kejadian dan korban yang ditimbulkan.

"Kita juga perlu intervensi ke usaha pariwisata yang ada di bawah pembinaan Kemenparekraf seperti biro perjalanan wisata dan dan pengelola tempat wisata, dan harus melibatkan peran aktif asosiasi pelaku parekraf untuk memperhatikan kelaikan bus pariwisata, memperhatikan jadwal perjalanan, dan penyiapan fasilitas istirahat bagi pengemudi bus. Masyarakat juga harus terus diedukasi agar hanya memilih dan menggunakan bus pariwisata yang lulus uji laik melalui aplikasi SPIONAM," ujar Fadjar.

Baca Juga: Sandiaga Uno Menantang Para Barista Menunjukkan Bakatnya Meracik Kopi Di Ajang Satu Ini

Sabtu (11/5) lalu, Bus Putera Fajar yang ditumpangi oleh para siswa dan guru SMK Lingga Kencana ini terguling di kawasan Ciater, Subang, dan menewaskan 11 orang dengan puluhan lainnya luka-luka. 

Bus ini juga diketahui tidak memiliki izin angkutan dan status lulus uji berkalanya telah kedaluwarsa sejak 6 Desember 2023.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X