Ini Dia Cara Bijak Membelanjakan Uang Saat Lebaran Menurut Pakar UGM

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Senin, 8 April 2024 | 20:00 WIB
Ilustrasi. Tips menghemat keuangan saat Lebaran.  (pic. bank muamalat)
Ilustrasi. Tips menghemat keuangan saat Lebaran. (pic. bank muamalat)

TITIKTEMU.CO, Setiap menjelang hari raya  Idulfitri, masyarakat Indonesia memiliki tradisi mudik, pulang ke kampung halaman.

Kegiatan mudik dianggap sebagai sebagai momen dimana setiap orang membelanjakan uangnya untuk membeli pakaian baru, kue lebaran, biaya transportasi hingga tradisi bagi-bagi uang lebaran pada anak-anak hingga sanak saudara.

Tradisi mudik ini tentu menguras uang di kantong maupun tabungan agar bisa memeriahkan lebaran bersama sanak keluarga di kampung halaman. Akan tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

Menurut pakar perencana keuangan FEB UGM, Eddy Junarsin, Ph.D., musim mudik lebaran umumnya jumlah pengeluaran seseorang lebih besar dibanding dengan pendapatannya selama satu bulan. Namun begitu, pengeluaran tersebut bisa ditutupi dari hasil pemasukannya dari 11 bulan lainnya.

Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan Jelang Lebaran Kata Pakar UGM

“Ada bulan-bulan tertentu misalnya hari Idulfitri dan musim anak masuk sekolah, pengeluaran di atas penghasilan sehingga terjadi defisit. Namun, dihitung secara total tahunan bisa ditutupi. Karenanya perlu ada dana yang ditabung sebelumnya,” kata Eddy.

Menurut Eddy, dalam mengelola perencanaan keuangan yang baik perlu ada proteksi keuangan (financial protection), proteksi kekayaan (wealth protection) dan distribusi kekayaan (wealth distribution). Meski tiga pilar ini berlaku bagi setiap orang, namun dalam praktiknya tidak mudah sesuai dengan kondisi ekonomi keuangan masing-masing.

Untuk proteksi keuangan, merupakan kondisi keuangan dimana kita memiliki cukup uang untuk memenuhi pengeluaran bulanan. Oleh karena itu, minimal 10 persen dari total pendapatan setiap bulannya sebaiknya ditabung. Uang yang ditabung selain bisa dijadikan dana simpanan, namun juga bisa diperuntukan untuk kegiatan investasi. Bahkan dana tabungan itu dijadikan untuk menutupi pengeluaran selama mudik. “Kedisiplinan sangat penting untuk menabung,” ungkapnya.

Baca Juga: Ini Dia Cara Ampuh Mengatur Keuangan Selama Ramadan Hingga Lebaran

Sementara untuk hutang, Eddy menyebutkan rasio hutang yang sehat itu persentasenya maksimal 35 persen dari total pendapatan. “Maksimal cicilan hutang kita hanya 35 persen dari take home pay. Sisanya untuk pengeluaran rutin,” katanya.

Pengeluaran yang membengkak saat mudik lebaran, menurut Eddy, jangan sampai menambah persentase hutang baru. Penting menurutnya menjaga rasio hutang tetap di angka 35 persen.

“Momen hari raya memang bukan bulan bagi kita untuk berhemat. Justru pengeluaran kita bertambah, tapi saya kira bisa ditutupi dari akumulasi dari pendapatan kita selama setahun,” katanya.

Namun begitu, kegiatan mudik lebaran bisa memberikan dampak ekonomi bagi daerah yang menjadi tujuan para pemudik. Sebab, jumlah perputaran uang diprediksi akan meningkat sehingga mampu memberikan  dampak positif ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Pasti pendapatan akan meningkat terutama para pedagang. Inflasi juga akan naik. Ada efek positifnya,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X