Panen Padi Di Purworejo Mengawali Panen Raya Jateng, Diharapkan Bisa Menahan Harga Beras

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Selasa, 27 Februari 2024 | 11:00 WIB
Panen padi di Purworejo (Pemprov Jateng)
Panen padi di Purworejo (Pemprov Jateng)

TITIKTEMU.CO- Petani  padi di Desa Tunjungan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Senin (26/2) kemarin mulai panen padi bersama. Panen ini mengawali panen raya di wilayah Provinsi Jawa Tengah, hingga April 2024 mendatang.

Penjabat Gubernur Jateng Nana menjelaskan, lahan padi di Desa Tunjungan ini seluas 80 hektare. Lahan yang sudah mulai panen sekitar 30 hektare. Sisanya sekitar 50 hektare akan dipanen secara bertahap sampai awal April 2024.

Secara keseluruhan,  total lahan padi di Kabupaten Purworejo yang sudah panen sekitar 51.161 hektare. Sementara, total keseluruhan lahan padi yang akan dipanen di Jawa Tengah, seluas 1,64 juta hektare.

Dimulainya musim panen padi di Jawa Tengah, lanjut Nana, diharapkan dapat menambah stok beras. Dengan begitu, harga beras yang saat ini mengalami kenaikkan, dapat berangsur-angsur turun. Nana membeberkan, harga beras medium di pasaran saat ini berkisar antara Rp16 ribu sampai Rp17 ribu per kilogram, sedangkan harga beras premium sekitar Rp19 ribu per kilogram.

Baca Juga: Produksi Padi Turun Karena El Nino, Tapi Pasokan Pangan Jateng Aman

Pada 2024 ini, capaian kinerja produksi padi Jateng ditargetkan 11,168 juta ton gabah kering giling (GKG). Target itu lebih tinggi dari realisasi tahun lalu, yang hanya sekitar 9,5 juta ton gabah kering giling.

“Jawa Tengah ini lumbung padi. Kita harapkan untuk Jawa Tengah tahun 2024 ini dengan kondisi beras yang ada, dengan hasil panen yang ada, akan aman. Ini saya yakin dengan mulainya panen, akan menurunkan harga beras dan akan mampu menstabilkan kembali inflasi di Jawa Tengah dan Indonesia, karena saya yakin provinsi lain pun akan melaksanakan panen raya,” jelas Nana .

Dalam kesempatan itu, Nana mengimbau kepada seluruh pemerintah desa dan kabupaten/ kota, untuk menghidupkan lagi lumbung padi atau beras. Hal itu dinilai sangat efektif, untuk menjaga stok beras dan kebutuhan masyarakat pada waktu mendesak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X