TITIKTEMU.CO, TULUNGAGUNG - Kemarau panjang yang terjadi saat ini, ternyata membawa berkah bagi para petani tembakau di Kabupaten Tulungagung. para petani tembakau mampu memanen ratusan ton tembakau kering dengan harga yang cukup tinggi di pasaran.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung, Suyanto mengatakan, pada awal 2023 petani tembakau di Kabupaten Tulungagung sempat merugi puluhan juta, akibat tanaman tembakaunya puso atau gagal panen akibat musim hujan. Tercatat, sebanyak 116 hektare lahan tembakau mengalami gagal panen lantaran intensitas hujan yang tinggi.
"Satu hektare lahan tembakau itu petani bisa merugi hingga Rp 70 Juta. Namun untungnya tembakau yang puso rata-rata masih berusia dibawah satu bulan masa tanam. Sehingga ada kerugian petani tidak terlalu besar," tutur Suyanto.
Setelah musibah itu terjadi, para petani tembakau merawat kembali sisa tanaman yang masih berpotensi untuk hidup. Di sisi lain, banyak petani yang memilih untuk menanam kembali bibit tembakau. Dengan harapan nantinya bisa menutup kerugian sebelumnya.
Baca Juga: Manchester City Bersiap Lebih Awal Hadapi Youth Boys di Lapangan Sintetis di Kandang Lawan
"Beberapa petani tembakau yang mengalami gagal panen, juga sudah kami usulkan untuk mendapatan bantuan pupuk dari pemerintah. Harapanya bisa mengurangi kerugian yang dialami oleh petani tembakau," ujarnya.
Suyanto menjelaskan, perjuangan para petani tembakau di Tulungagung ternyata berbuah manis. Pasalnya, saat musim kemarau ini, banyak petani yang sudah berhasil memanen tembakaunya. Bisa dikatakan sebagai panen raya tembakau bagi mereka.
"Dari total luasan lahan tembakau di Tulungagung yakni 1.040 hektare kini sudah ada 431 hektare lahan tembakau yang panen. Jika dihitung beratnya mencapai 699 Ton tembakau kering," jelasnya.
Apabila musim kemarau bisa bertahan lama hingga akhir tahun, potensi panen tembakau bisa tembus hingga 1.768 Ton tembakau kering. Mengingat terdapat lima kecamatan di Tulungagung yang menjadi pusat produksi tanaman tembakau.
"Adapun lima kecamatan penghasil tembakau di Tulungagung adalah Kecamatan Campurdarat, Pakel, Gondang, Boyolangu dan Sumbergempol," terangnya.
Selain banyak lahan tembakau yang sudah panen, para petani juga bersyukur karena harga jual tembakau kering mengalami peningkatan. Dimana untuk tembakau jenis campuran dari harga Rp 60 ribu per Kg kini naik menjadi Rp 90 ribu per Kg. Sedangkan untuk tembakau jenis polos dari harga Rp 90 ribu naik menjadi Rp 135 ribu per Kg.
"Kenaikan harga tembakau disebabkan karena minimnya pasokan. Disisi lain permintaan pasar yang cukup tinggi," paparnya.
Permintaan tembakau asal Tulungagung juga menyebar dibeberapa wilayah. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi hingga Sumatera. Disisi lain, sekitar 60 persen permintaan tembakau berasal dari pasar tradisional.
"Permintaan pabrik juga ada sebenarnya. Tapi persentasenya hanya 40 persen. Sisanya adalah permintaan pasar tradisional," pungkasnya.***(ham)
Artikel Terkait
Expo Karya Pemuda di Atrium Plaza Malioboro Untuk Peringati Sumpah Pemuda
Kabupaten Semarang Punya Hasil Pertanian Unggulan
Masyarakat Temanggung Harus Waspadai Angin Puting Beliung
Festival Bedug Merahkan Peringatan Hari Santri Di Cilacap
Bayi Baru Lahir Di Cilacap Bisa Langsung Dapat Akta, Wuizzzz
Pemkot Yogya Gelar Operasi Pasar Terbanyak Untuk Kendalikan Inflasi
Ada Kampung Siaga Bencana Di Jepara, Warganya Dipersiapkan Aktif Menghadapi Bencana