Kominfo Ajak Pers Beradaptasi dengan Teknologi AI

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Selasa, 20 Februari 2024 | 13:19 WIB
Perkembangan kemajuan teknologi AI berkembang pesat, Indonesia (Ilustrasi)
Perkembangan kemajuan teknologi AI berkembang pesat, Indonesia (Ilustrasi)
 
 
TITIKTEMU.CO, – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengajak seluruh jurnalis untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Disampaikan Wamenkominfo dalam Sesi Diskusi Konvensi Nasional Media Massa: Pers Mewujudkan Demokrasi di Era Digital di Hotel Putri Duyung Ancol, Jakarta, pada Senin (19/2/2024), di dunia jurnalistik insan pers didorong untuk merumuskan panduan penggunaan  teknologi AI tersebut dengan meminimalkan risiko dan memaksimalkan manfaatnya.

"Dimanapun teknologi kan ciptaan manusia, dan karena itu manusia jangan dikalahkan oleh teknologi, jadi kita beradaptasi, kita kendalikan, kita minimalkan risikonya, besarkan manfaatnya," ujar Nezar Patria.

Wamen Nezar mengatakan, saat ini kecerdasan artifisial mampu melakukan berbagai pekerjaan di bidang jurnalistik.

"Banyak pertanyaan-pertanyaan kritis yang sudah sampai pada level eksistensial yang harus kita jawab masa depan jurnalisme ke depan," kata Nezar

Bahkan, keberadaan jurnalisme robot atau mesin dinilai mampu menjalankan proses pengumpulan, produksi, dan distribusi berita secara mandiri. 

"Kita kenal dengan namanya robotic journalism, maka semua pekerjaan produksi, sampai dengan distribusi berita dikerjakan oleh robotik ini," tuturnya.

Nezat memberi contoh aplikasi ChatGPT yang bisa digunakan semua orang saat ini telah memiliki kecerdasan yang hampir mirip dengan kemampuan otak manusia untuk membuat satu narasi, bahkan juga bisa membuat berita. 

Selain itu, berbagai platform media sosial juga telah menunjukkan keefektifan kecerdasan buatan dalam mendistribusikan konten yang ditujukan kepada target pengguna tertentu.

"Algoritma yang ada di platform media sosial sudah ditunjukkan bagaimana kemampuan platform media sosial ini bisa mengambil audiens-audiens yang sangat targeted," jelas Nezar Patria,

Kendati demikian, Nezar mengatakan, kecerdasan artifisial dinilai memiliki berbagai kelemahan, misal salah satunya menghasilkan  konten yang tidak benar atau akurat.

"Peran manusia masih dibutuhkan dalam mengambil keputusan mengenai konten yang akan dipublikasikan," katanya.

Sehingga menuerutnya butuh faktor manusia dalam membuat keputusan-keputusan apa yang boleh di-publish dan apa yang tidak boleh di-publish serta keputusan etis.

"Faktor manusia di dalam membuat keputusan-keputusan apa yang boleh di-publish dan apa yang tidak boleh di-publish, keputusan etis," tegas dia. 

Ia mengatakan peran manusia tetap krusial di tengah perkembangan kecerdasan buatan. Masih banyak hal yang belum bisa AI lakukan.

Wamenkominfo juga mengajak segenap insan pers untuk merumuskan panduan penggunaan kecerdasan buatan di dunia jurnalistik untuk jurnalisme yang lebih baik di masa depan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: Kemenkominfo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X