AMIN : Saatnya BUMN Dikoperasikan. Libatkan Koperasi dalam Penyaluran KUR untuk Petani, Peternak, Nelayan, dan Usaha Mikro

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Jumat, 2 Februari 2024 | 21:49 WIB
Timnas Paslon 01 AMIN saat konferensi pers Forum Gerakan Rakyat tentang, ''Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani, Nelayan, Peternak, dan usaha mikro'', di Sekretariat Koalisi Perubahan, Brawijaya X. (Ist)
Timnas Paslon 01 AMIN saat konferensi pers Forum Gerakan Rakyat tentang, ''Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani, Nelayan, Peternak, dan usaha mikro'', di Sekretariat Koalisi Perubahan, Brawijaya X. (Ist)

TITIKTEMU.CO - Paslon nomor 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) berpeluang besar menjadikan BUMN sebagai badan usaha koperasi.

Sebab dalam Undang-undang, BUMN hanya disyaratkan berbadan hukum PT (Perseroan Terbesar).

Disampaikan oleh Suroto PH, tokoh koperasi Indonesia, dalam diskusi bertajuk “Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani, Nelayan, & Peternak”, di Rumah Koalisi Perubahan, Jl Brawijaya X No 46. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu Rabu (31/1/2024).

Ia mengatakan, momen kali ini kesempatan komitmen AMIN membuat perubahan, menempatkan koperasi sebagai subyek.

Baca Juga: Tito Karnavian Ditunjuk Jadi Plt Menko Polhukam Gantikan Mahfud Md

“Kalau mau radikal-radikal, BUMN-kan koperasi. Dalam UU, seluruh BUMN berbadan hukum PT, sekarang ubah badan hukumnnya menjadi badan hukum koperasi,” ujar Suroto

Dalam catatan Suroto, nasib koperasi hanya menjadi mainan dari rezim ke rezim berikutnya.

Dalam pemberian KUR misalnya, Suroto mengibaratkan koperasi sebagai petinju kelas gurem berhadapan dengan perbankan yang berada di kelas berat, sekelas Mike Tyson.

“Pasti yang menang Tyson,” kata dia.

Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru 2024 di BBWS Bengawan Solo, Cek Link Pendaftarannya

Karena itulah, lanjutnya, dengan cara radikal mengkoperasikan BUMN, koperasi akan membuat ekonomi indonesia. “Demokrasi tanpa ekonomi, hanya akan menghasilkan oligarki.”

Program memberi kemudahan akses kredit, subsisi pupuk, serta subsisi lain, dalam perjalanannya hanya pengulangan. Seperti orang sakit bengek, diberi jenis obat sama.

“Saya berharap capres 01 dan 03, membangun komitmen ekonomi rakyat sebagai subyek.”

Baca Juga: Kampanye Akbar Partai Demokrat di Malang, Prabowo Sebut AHY Aset Bangsa

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X