Jembatan Jurug B Sudah Dibuka. Dibangun dengan Teknologi Tahan Gempa 1.000 Tahun

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Rabu, 6 September 2023 | 07:25 WIB
Jembatan Jurug B dibuka, sejumlah kendaraan roda dua hingga kendaraan berat mulai melintas dari arah Solo (humas Pemkot Surakarta)
Jembatan Jurug B dibuka, sejumlah kendaraan roda dua hingga kendaraan berat mulai melintas dari arah Solo (humas Pemkot Surakarta)

TITIKTEMU.CO, SOLOJembatan Jurug B telah dibuka secara normal pada Selasa (5/9/2023) pukul 15.00 WIB usai proses revitalisasi sekitar satu tahun.

Jembatan yang menghubungkan Kota Solo dan Kabupaten Karanganyar memiliki panjang 160 meter dibangun menggunakan teknologi tahan gempa, Lead Rubber Bearing (LRB).

Sejumlah kendaraan terlihat melintas dari arah Solo mulai dari roda dua hingga kendaraan berat.

Baca Juga: Ganjar-Yasin Pamitan pada Masyarakat Jawa Tengah. Suasana Haru Iringi Perpisahan

Pembukaan jembatan yang itu ditandai dengan seremoni sederhana yaitu pelepasan burung oleh Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Surakarta.

Pembukaan Jembatan Jurug B dilakukan setelah dinyatakan lolos uji open traffic oleh kontraktor, DPUPR, Dishub, dan Satlantas Polresta Surakarta.

Usai peresmian kendaraan dari arah Solo ke Karanganyar bisa kembali melewati jembatan untuk menyeberangi Bengawan Solo.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dinobatkan Sebagai “Bapak Truk Nusantara”

“Semua (kerangka) terdiri dari gelagar baja. Umurnya sudah dihitung sampai dengan 100 tahun. Dan ini sudah menggunakan teknologi baru, LRB atau lead rubber bearing yang fungsinya menahan bawah gelagar. Menggunakan kombinasi desain Steel I Girder (SIG) dan Steel Box Girder (SBG) Dia tahan gempa teoritis atau besaran gempa selama 1000 tahun,” kata General Manajer Konstruksi PT Baja Titian Utama, Handrianus Bambang Nurhadi

Teknologi ini pertama kali digunakan pada jembatan di Kota Solo. LRB biasanya digunakan pada jembatan dengan bentang panjang. Ini membuat kekuatan Jembatan Jurug B yang menghubungkan Sungai Bengawan Solo tangguh.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmi Buka KTT Ke-43 ASEAN

“Teknologi itu digunakan pertama kali di jembatan khusus seperti Jakarta-Cikampek Elevated. Nah kita mengadopsi,” katanya.

Konstruksi ini menggantikan kontruksi sebelumnya yakni Callender Hamilton dan diperkirakan mampu bertahan dengan gempa di atas 7 skala richter.

“Jngan heran jika Anda berada di atas jembatan goyangannya tinggi, itu boleh, diizinkan. Karena dia punya frekuensi yang sangat besar. Kemudian dia mampu bergerak horizontal, lateral maupun ada pusaran,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: Pemkot Surakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X