TITIKTEMU.CO KUDUS - Golok-golok menthok adalah salah satu tradisi umat Islam di Desa Bacin Kecamatan Bae Kabupaten Kudus yaitu untuk menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Biasanya golok-golok menthok identik dengan rantang khas warna warni yang diisi ketan ataupun jajan pasar yang kemudian dibagikan kepada teman.
Baca Juga: Pelatih Aston Villa Steven Gerrard Tak Bisa Dampingi Tim karena Covid-19
Baca Juga: Akibat Wabah Virus Covid-19 Melanda dan Boxing Day Liga Inggris Everton Vs Burnley Ditunda
Tujuannya adalah berbagi, sebagai wujud syukur dari anak-anak. Tradisi golok-golok menthok identik dengan anak perempuan.
Sebelum diutusnya kanjeng Nabi mejadi Rasul, perempuan mendapatkan perlakuan yang minoritas. Dalam artian mereka dianggap aib keluarga. Setelah Rasul diutus, kemudian mereka mendapatkan hak sebagaimana mestinya.
Golok berarti benda tajam mentok berarti akhir, makna dari tersebut ialah sikap merendahkan perempuan harus diakhiri. Para leluhur dahulu menyebarkan ajaran dengan kuliner, karena menunjukkan keramahan.
Tradisi golok-golok menthok desa Bacin, seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Pemkab Kudus, diadakan menjelang bulan Maulid (Rabiul Awwal). Acara golok-golok menthok dilaksanakan setiap rumah warga, dimana kuliner yang disediakan kemudian dibagikan kepada tetangga sekitar yang terdekat.
Terkadang, kuliner dikumpulkan didalam Masjid, kemudian diadakan doa bersama baru setelah itu dibagikan kepada masyarakat yang ikut dalam doa bersama.
Adapun masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut meliputi bapak-bapak, ibu-ibu dan anak anak juga mendapat bagian. Tradisi golok-golok menthok menunjukkan kebersamaan dalam berinteraksi sesama masyarakat Desa Bacin masih sangat erat. ***