TITIKTEMU.CO, Banyumas - Di desa Sokaraja, Banyumas, terdapat oleh-oleh khas daerah setempat, yaitu getuk goreng. Makanan itu merupakan kuliner khas setempat yang sering disebut getuk goreng Sokaraja.
Di Sokaraja, kuliner yang kondang bukan hanya getuk, melainkan sejumlah kudapan khas lainnya, seperti soto sokaraja, mendoan, dan nopia/tempe kripik. Hanya saja, getuk goreng lebih melegenda.
Getuk goreng memiliki cita rasa manis, gurih, dan legit. Dibuat dari singkong dan dibumbui gula kelapa, getuk goreng nyatanya memiliki kisah yang panjang hingga bisa jadi terkenal.
Baca Juga: Umbul Besuki Polanharjo Klaten, Menikmati Sensasi Mandi di Alam Pedesaan
Kini jajanan itu tak hanya bisa ditemukan di Sokaraja, tapi juga di banyak sentra oleh-oleh di sekitar Kota Purwokerto.
Kenapa berbahan getuk? Dulu, sebagian besar sawah di daerah Banyumas banyak ditanami singkong.
Oleh warga, singkong itu acap digunakan sebagai makanan utama pengganti beras. Tak sedikit dari masyarakat yang berkreasi mengolah singkong menjadi sejumlah bentuk makanan, salah satunya getuk.
Baca Juga: Drawing Lengkap Babak Play Off ke Sistem Gugur Eropa, Barcelona Bertemu Napoli
Awalnya getuk hanya berupa singkong yang rebus atau kukus lalu ditumbuk. Namun kemudian pengolahan getuk juga divariasi dengan cara digoreng.
Konon getuk goreng merupakan temuan dari Sanpirngad, pedagang nasi dan jajanan keliling. Satu sajian yang kerap dijajakannya adalah getuk.
Lantaran berupa makanan basah, maka getuk yang dijualnya tidak mampu bertahan lama alias cepat basi.
Menghadapi situasi itu, dia pun putar otak. Jadilah kudapan dari getuk yang diproses dengan cara digoreng.
Kian hari, getuk goreng semakin mendapat tempat di hati pembeli. Sanpirngad sendiri kemudian mewariskan usahanya kepada anak menantunya bernama Tohirin. Di tangan Tohirin itulah, getuk goreng mencapai masa kejayaan.