Solo Memang Tidak Tidur Untuk Wisata, Ini Kuliner Malamnya

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Sabtu, 5 Agustus 2023 | 17:00 WIB
Nasi liwet yang khas dan mantul (Pemkot Surakarta)
Nasi liwet yang khas dan mantul (Pemkot Surakarta)

TITIKTEMU.CO,Solo di malam hari tidak pernah sepi. Kota Solo tetap berdenyut seiring dengan nafas warganya dan wisatawan yang ingin menikmati larut malam. Wisatawan yang menginap di berbagai hotel dan homestay yang tersebar di semua sudut kota, memilih untuk berburu kuliner khas Solo.

Berbagai kuliner malam khas Solo selalu menjadi incaran, karena memang rasanya gak kaleng-kaleng. Mau menyebut sate kere, tengkleng, sego liwet, gudeg ceker, wedangan hik (angkringan) hingga susu segar, semuanya enak dan selalu tersedia di banyak sudut kota. Selain enak, harganya pun sangat terjangkau. Maka tak heran, banyak tamu dan wisatawan yang betah untuk menikmati Solo sembari menyantap kuliner hingga larut malam.

Sate kere

Sate kere merupakan salah satu kuliner di Solo yang banyak penggemarnya. Sebelum divariasi dengan berbagai bahan lainnya, sate kere semula terbuat dari tempe gembus. Disebut ‘kere’, karena memang dalam Bahasa Jawa kere berarti miskin.

Makanan ini dahulu memang sering dianggap makanan kelas bawah, lantaran hanya sate tempe gembus yang bahannya sangat murah meriah di pasar tradisional. Namun seiring zaman, sate ini divariasi dengan jerohan sapi. Dengan bumbu kacang yang diracik bersama kecap manis, kini sate kere malah menjadi incaran wisatawan yang dolan ke Solo.

Tengkleng

Tengkleng atau Thengkleng, menu yang satu ini jangan ditanya rasanya. Hampir warga Solo dan wisatawan sangat menyukai menu yang berisi tulang kambing dimasak dengan kuah encer nan gurih selangit.

Baca Juga: Ingin Menikmati Surga Kuliner di Solo, Jangan Lewatkan 8 Tempat Makan Ini

Konon, masakan ini adalah modifikasi juru masak pribumi yang memanfaatkan sisa daging kambing. Masakan daging kambing, memang hanya boleh dikonsumsi untuk para bangsawan dan orang Belanda. Maka, sisa tulang kambing berupa kaki, kepala dan tulang lainnya, dipotong kecil-kecil dan dimasak oleh juru masak pribumi asal Solo.

Hingga kini, menu masakan tengkleng menjadi sangat digemari berbagai kalangan. Sembari ditemani sepiring nasi putih, penikmat tengkleng memiliki cara makan yang khas, yaitu menyeruput kuah atau daging-daging yang menempel. Kuahnya sangat segar dan gurih. Tengkleng bisa ditemukan di beberapa sudut Kota Solo dan ada yang buka hingga malam hari.

Sego Liwet

Sego liwet atau nasi liwet, juga salah satu menu khas Solo. Nasinya yang dimasak gurih ini, makin pas ketika disiram sayur sambel goreng labu siam, areh santan, suwiran ayam dan telur ayam.

Sego liwet ada di Solo, dulu dibawa oleh warga Desa Menuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, yang merupakan tetangga Solo. Nah, sekarang sego liwet menjadi menu yang mudah dijumpai di Kota Solo. Banyak yang menjual di pagi hari, namun juga tak sedikit yang menjualnya di malam hari.

Nasi liwet disajikan dengan cara yang khas, yaitu menggunakan daun pisang sebagai pincuk. Kekhasan penyajian ini yang membuat wisatawan sangat menyukainya, karena tak mudah ditemui di kota-kota lain.

Gudeg Solo

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Surakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X