TITIKTEMU.CO, Bosan dengan takjil yang berupa gorengan, kurma atau kolak ? Mungkin menu takjil ini berbeda, yaitu kopi Arab, yang dihidangkan saat berbuka puasa, dan hanya ada di Masjid Layur Kota Semarang.
Kopi Arab di masjid ini menjadi salah satu menu takjil berbuka puasa sekaligus teman hidangan lain, seperti buah kurma, kue, makanan berat, atau lainnya.
Setiap sore, petugas menyiapkan gelas yang ditata berjajar di serambi masjid. Kemudian, mereka menuangkan minuman kopi hangat dari dalam teko, serta meletakkan aneka jajanan ke piring ukuran kecil serta makanan berat.
Baca Juga: Ini Dia Cara Mengelola THR Agar Tidak Menguap Begitu Saja
Azan magrib berbunyi, setelah berdoa , mereka meneguk kehangatan kopi dalam cangkir, bersama hidangan pembuka lain yang dihidangkan secara gratis.
Kopi Arab ini memiliki jejak legendaris di Kota Semarang. Racikan kopi Arab dibawa pedagang Yaman yang singgah dan menetap di kampung sekitar masjid. Mereka yang bermukim di Kampung Melayu mempunyai memiliki kebiasaan membuat kopi, sembari menunggu azan magrib tiba.
Baca Juga: Menu takjil Puasa : Buat Kolak Candil atau Biji Salak Yuk
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Hamid menuturkan, tradisi minum kopi Arab di Masjid Layur Semarang, sudah ada sejak dulu.
“Itu awal mula komunitas jemaah dari Arab di Masjid Layur. Kebiasaan itu ya kurang lebih tahun 1802 saat masjid diresmikan itu sudah ada tradisi berbuka puasa dengan kopi,” kata Hamid.
Baca Juga: Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 Mulai Beroperasi, Semua Pergerakan Arus Mudik Terpantau
Kopi dinikmati tidak hanya warga sekitar, tapi juga dinikmati oleh etnis Arab, melayu, dan lainnya. Mereka datang ke masjid untuk mengikuti salat dan berbuka puasa bersama. Jemaah bisa menikmati kopi saat berbuka puasa, maupun juga saat sehabis Salat Tarawih.
Pengurus masjid menyediakan kopi dari awal hingga akhir Ramadan. Menurut Hamid, kopi disediakan karena memang bagus untuk tubuh untuk menjaga stamina dan kesehatan si penikmat kopi. Mengingat cuaca kota yang tak menentu.Hamid menerangkan, bahan minuman kopi ini yaitu campuran macam serai, kayu manis, kapulaga, jinten, kayu manis, pala, dan gula. Adapun setiap harinya, pengurus masjid menyediakan sekitar 50 gelas kopi.
Baca Juga: Menu Takjil Puasa : Gembus , Donat Singkong Khas Kota Cilacap
“Dulu 60-70 gelas, sekarang 50 gelas untuk jemaah yang ikut berbuka puasa. Bisa kurang, bisa lebih,” imbuh Hamid.
“Kopinya nikmat, beda dengan kopi lainnya. Rasanya enak banget. Kalau minum kopi biasa di warung, kepala pusing. Kalau minum kopi ini rasanya enak banget,” kata warga.
Artikel Terkait
Menu Takjil Puasa : Jemunak Bukan Sekedar Takjil Tapi Punya Arti Filosofi
Menu Takjil Puasa : Wedang Tahu , Enak Juga Dijadikan Pembuka Puasa
Menu Takjil Puasa : Limun Oriental Bisa Jadi Pelepas Dahaga Buka Puasa
Menu Takjil Puasa : Gembus , Donat Singkong Khas Kota Cilacap
Menu takjil Puasa : Buat Kolak Candil atau Biji Salak Yuk