TITIKTEMU.CO, Warga Kota Semarang punya menu takjil istimewa dan khas saat Ramadan. Namanya bubur India yang disajikan gratis di Masjid Jami Pekojan untuk berbuka puasa Ramadan. Biasanya, ratusan warga sudah berdatangan ketika mendekati waktu azan Salat Magrib tiba. Warga ini mengikuti pengajian dahulu di dalam masjid. Pengajian akan selesai biasanya mendekati waktu azan. Sambil menunggu saatnya adzan Magrib mereka duduk di bagian sisi kanan masjid.
Sementara, pengurus masjid telah terlebih dulu menata mangkuk ukuran kecil berisikan bubur India. Mangkuk dijajarkan rapi rapi dengan dilengkapi satu gelas minuman hangat dan terkadang juga ada buah. Setelah diberi tanda , warga mulai menempatkan diri di titik dekat mangkuk. Nah bertepatan dengan azan, mereka segera menyantap bubur India dan lainnya.
Warga begitu menikmati bubur dengan aroma rempah India ini. Tapi bagaimana bisa bubur ini menjadi menu khas buka Masjid?
Baca Juga: RAMADHAN : Bubur India, Satu Abad Jadi Takjil Khas Buka Puasa di Masjid Pekojan Semarang
Ali pengurus Masjid yang juga juru masak membeberkan, dahulu ada pedagang asal India yang berdagang ke Semarang. Mereka tidak hanya berdagang tapi juga berdakwah. Selama di Semarang, mereka berdomisili di Masjid Pekojan dan sekitarnya.
“Karena sering bertemu, mereka memberi tahu bumbunya atau mengajak membuat bubur India,” imbuhnya.
Kegiatan buka bersama dengan menu bubur India inipun sudah menjadi rutin sejak saat itu . Dan sudah berlangsung 100 tahun. Kebiasaan membuat bubur telah berlangsung lama. Sampai saat ini, rutinitas buka puasa bersama menu bubur India masih berlangsung setiap kali Ramadan. Masjid akan terus menyediakan menu ini sampai malam Lebaran Idul Fitri tiba.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan, Doa Sahur dan Buka Puasa, Muslim Wajib Tahu
Setiap kali membuat bubur, pengurus masjid menghabiskan sekitar 22 kilogram beras per hari. Takaran beras sejumlah itu bisa menghasilkan 300 porsi bubur. Dengan dipadu santan kental hingga rempah seperti serai, kayu manis, jahe, daun salam, wortel, onclang, dan bawang merah.
Proses pembuatannya, jelas generasi keempat pembuat bubur India di Masjid Pekojan ini, dimulai sejak pukul 11.00 WIB. Proses masak harus selesai ketika waktu Salat Asar tiba, karena selepas Asar, pengurus masjid harus membagikan bubur ke mangkuk.
Artikel Terkait
Bacaan Niat Puasa Ramadhan, Doa Sahur dan Buka Puasa, Muslim Wajib Tahu
Doa Harian Ramadhan Hari ke-1 Hingga Hari ke-10, Amalkan Biar Puasa Tambah Sempurna
RAMADHAN: Masjid Kauman Jogjakarta Sediakan Buka Puasa Istimewa di hari Kamis. Ini Menunya!
Tips Dokter UNS, Agar Kulit Sehat dan Glowing Meski Sedang Puasa Ramadhan