Indonesia Kembali Datangkan 5 Juta Vaksin Sinovac Siap Pakai

photo author
Andry Djaya Saputra, TitikTemu.co
- Selasa, 17 Agustus 2021 | 08:30 WIB
Ilustrasi Vaksin Corona (Pixabay/Gerd Altmann )
Ilustrasi Vaksin Corona (Pixabay/Gerd Altmann )

Menjelang peringatan 17 Agustus, Pemerintah  kembali menerima  5 juta dosis vaksin siap pakai Sinovac kemarin (16/8-2021). Dengan kedatangan vaksin ini, Indonesia telah mengamankan sekitar 190 juta dosis vaksin Covid-19, baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku.

Menurut Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Syafruddin dalam keterangannya, ini merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam memenuhi kebutuhan stok vaksin Covid-19. TNI dan Polri juga telah mendapatkan amanat langsung dari Presiden Joko Widodo untuk mendukung program penanganan Covid-19 termasuk program vaksinasi nasional.

Pada bulan Agustus, program vaksinasi nasional akan semakin diperluas dan dipercepat dengan target 2 juta dosis per hari. Berdasarkan data yang ada, saat ini sudah lebih dari 53 juta orang Indonesia yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

“ Itu artinya sekitar 25 persen dari target atau sasaran vaksinasi yang berjumlah 208 juta penduduk Indonesia untuk bisa membangun herd immunity,” kata Syafruddin. 

Baca Juga: 5 Juta Vaksin Jadi Sinovac Tiba Di Bandara Soetta

Baca Juga: Wonogiri Terima 2.500 Vial Vaksin Moderna, Prioritas untuk Guru

Asisten Operasi Panglima TNI itu pun menegaskan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker dan mematuhi aturan pembatasan mobilitas yang ditetapkan pemerintah sehingga Indonesia bisa segera terbebas dari pandemi Covid-19.

“Menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia ke-76 ini sekaligus menegaskan kembali tentang status kita sebagai bangsa pejuang. Kini kita berjuang dan berhadapan dengan pandemi. Sebagaimana dulu kita merdeka dari penjajah, kini juga kita optimistis akan merdeka dari pandemi,” tutup Syafruddin.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andry Djaya Saputra

Sumber: Sekretariat Presiden

Tags

Rekomendasi

Terkini

X