kesehatan

Waspada Virus Zoonosis Yang Bisa Menyebar dari Hewan ke Manusia

Kamis, 16 September 2021 | 10:20 WIB
Ilustrasi Pasar Sapi di Wonogiri. sumber group FB Pasar Sapi Wuryantoro (Wonoogiri) (pic. FB Pasar Sapi Wuryantoro (Wonoogiri))

TITIKTEMU.CO, Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengingatkan para peternak agar waspada terhadap penularan Virus "Zoonosis", karena penyebaran penyakit itu berasal dari hewan ke manusia.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangan Pekalongan, Ilena Palupi mengatakan, pada umumnya, zoonosis bisa disebabkan virus, bakteri, cacing, atau protozoa (hewan bersel satu) pada hewan tertentu.

"Zoonosis merupakan penyakit menular dari hewan ke manusia melalui kontak secara langsung atau mengkonsumsi bahan pangan asal hewan tersebut," papar Ilena, Rabu (15/9/2021), dikutip TITIKTEMU.CO dari laman www.antaranews.com.

Baca Juga: Berburu Barang Antik di Pasar Triwindu Solo, dari Seterika Arang hingga Kaset Pita

Ilena Palupi menyampaikan hal itu, pada kegiatan sosialisasi Penyakit Zoonosis, Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Hewan Menular. Kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan SDM masyarakat khususnya peternak ruminansia tentang penyakit zoonosis dan cara pencegahannya.

Baca Juga: Wow! Siswi MI di Boyolali Bikin Robot Pendeteksi Suhu Tubuh dan ATM Masker

"Kami mengundang peternak ruminansia yakni peternak sapi, kambing, domba dan kerbau agar mereka mengetahui bagaimana mencegah seawal mungkin di tingkat peternakan. Masyarakat bisa menangani secara mandiri melakukan pertolongan pertama pada hewan ternaknya dan bagaimana menghubungi dokter hewan," katanya.

Menurut dia, terdapat satu jenis penyakit zoonosis yang kini belum bebas yaitu "brucellosis" pada sapi yang dikhawatirkan menular kepada manusia melalui produk susu yang terkontaminasi yang berasal dari hewan yang telah terinfeksi bakteri "Brucella".

"Oleh karena, kami akan terus mengupayakan edukasi kepada para peternak dan mengoptimalkan SDM dari petugas medik veteriner maupun paramedik yang ada untuk bekerja sama dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis," katanya.

Baca Juga: Mengapa Harga Kopi Luwak Mahal? Karena...  

Ia berharap peternak yang mempunyai keterampilan dan pengetahuan terutama pada masalah kegawatdaruratan penyakit zoonosis agar melakukan langkah tepat guna mencegah penyakit itu.

"Kami rutin melakukan uji sampel darah sapi ke Balai Veteriner Semarang atau Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta. Hasil uji sampel itu menjadi bahan evaluasi, apabila ada ternak yang terjangkit penyakit tersebut bisa dikendalikan yaitu dengan melakukan karantina ternak tersebut,"tambah Ilena.***

 

 

Halaman:

Tags

Terkini