secara gejala setelah melakukan aktifitas fisik, atau aktifitas yang melibatkan emosi. Berlangsung
berhari-hari atau bahkan berminggu setelah nya.
Hal ini terjadi juga pada penderita COVID-19 yang
merasakan tubuh mudah lelah setelah beraktifitas, meskipun sudah dinyatakan sembuh.
Fokus dalam perawatan
Perawatan kedua sindrom ini direkomendasikan untuk lebih fokus pada keseimbangan yang baik
antara aktifitas dan istirahat. Tujuannya agar tidak melakukan kegiatan fisik yang berkebihan dan
memaksakan diri dalam beraktifitas. Lebih baik lagi apabila pasien melakukan catatan untuk setiap
kegiatan dan gejala yang muncul, hal ini untuk mengukur seberapa banyak aktifitas yang
diperbolehkan.
Keseimbangan antara aktifitas dan istirahat yang dicatat bisa menghindarkan pasien dari perburukan
gejala dan keparahan kondisi dari pasien kelelahan kronis COVID-19 maupun sindrom kelelahan
kronis lainnya. ***