Vaksin Mpox Dapat Izin Penggunaan Darurat untuk Tangkal Penyebaran Virus Monkeypox (Cacar Monyet)

photo author
Abi Zahy, TitikTemu.co
- Selasa, 17 September 2024 | 12:22 WIB
Ilustrasi virus Monkeypox: Vaksin Mpox Dapat Izin Penggunaan Darurat untuk Tangkal Penyebaran Virus Monkeypox (Cacar Monyet) (Maurizio de Angelis/Science photo library)
Ilustrasi virus Monkeypox: Vaksin Mpox Dapat Izin Penggunaan Darurat untuk Tangkal Penyebaran Virus Monkeypox (Cacar Monyet) (Maurizio de Angelis/Science photo library)

TITIKTEMU.CO - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah mengonfirmasi bahwa vaksin Mpox telah mendapatkan izin penggunaan darurat dalam upaya menekan penyebaran virus monkeypox atau cacar monyet.

Juru bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril, menyatakan bahwa vaksin Mpox telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Emergency Use Listing (EUL) dan juga menerima Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.

Vaksin MVA-BN (Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic), yang digunakan di Indonesia, merupakan vaksin turunan dari smallpox (cacar) yang bersifat non-replikasi atau tidak aktif.

Baca Juga: 3 Cara Dapat Uang Tambahan dari Internet, No 3 Cukup Promosi Produk

Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan bioteknologi terkemuka, Bavarian Nordic yang berbasis di Denmark. Sebelumnya, vaksin MVA-BN juga telah digunakan untuk pencegahan cacar di negara-negara seperti Kanada dan Uni Eropa.

Menurut WHO, MVA-BN telah menjadi vaksin pertama melawan monkeypox yang berhasil masuk ke dalam daftar prakualifikasi.

Penggunaan vaksin ini dinyatakan efektif dalam mengurangi risiko tertular penyakit Mpox hingga 62-85%. Bahkan, bagi individu yang sudah terinfeksi, vaksin ini mampu mengurangi tingkat keparahan penyakit hingga 20%.

Vaksin diberikan dalam dua dosis dengan interval empat minggu, namun tidak disarankan untuk orang di bawah usia 18 tahun.

Baca Juga: Anonymous Indonesia Bobol Data Pemilik Akun Fufufafa, Intip Sejumlah Hacker Indo yang Terkenal di Dunia Peretasan

Program vaksinasi Mpox di Indonesia memiliki sasaran utama, termasuk pria yang memiliki hubungan seksual dengan sesama jenis atau memiliki banyak pasangan seksual, orang yang hidup dengan HIV/AIDS, individu yang pernah melakukan kontak langsung dengan penderita Mpox dalam 2 minggu terakhir, petugas laboratorium yang memeriksa spesimen Mpox, dan tenaga kesehatan yang menangani pasien penderita Mpox.

Selama tahun 2023 hingga 2024, jumlah penerima vaksin Mpox di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data Kemenkes, hingga 19 Agustus 2024, sebanyak 2.225 orang telah menerima vaksin ini.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abi Zahy

Sumber: kemenkes

Tags

Rekomendasi

Terkini

X