Tidak Boleh Lagi Ada Kekerasan, Gubernur Ganjar Pranowo akan Lakukan Tiga Agenda Selesaikan Masalah Wadas

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Sabtu, 12 Februari 2022 | 07:13 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo akan jalan tiga agenda untuk penyelesaian masalah di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo (Humas Prov Jateng)
Gubernur Ganjar Pranowo akan jalan tiga agenda untuk penyelesaian masalah di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo (Humas Prov Jateng)

TITIKTEMU.CO, SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo akan melakukan evaluasi tehnis dan cara pendekatan dalam rangka penyelesaian masalah di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo.

Ganjar juga akan berupaya mencari dan menyiapkan kondisi masyarakat Desa Wadas kembali guyub rukun seperti sebelumnya.

Baca Juga: Mengapa Terjadi Konflik di Wadas? Ini Persoalan 11 Tahun, Sejak Dicanangkan Pembangunan Bendungan Bener

Ketiga hal itu akan menjadi agenda Gubernur Ganjar Pranowo bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam rangka penyelesaian masalah di Desa Wadas, pasca konflik di lapangan antara aparat petugas dengan sebagian warga desa Wadas.

Tahun lalu, tepatnya di bulan September, warga Wadas sebenarnya telah mengadukan persoalan di Desa Wadas ini kepada Komnas HAM.

Baca Juga: Mengaku Diintimidasi Aparat, Warga Wadas Mengadu ke Komnas Ham

Tiga agenda itu disampaikan Ganjar, usai bertemu dengan anggota Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara di rumah dinas Puri Gedeh, Semarang, Jumat 11 Februari 2022 seperti diberitakan Pikiran Rakyat dalam https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-013713876/ini-tiga-agenda-ganjar-pranowo-bareng-komnas-ham-selesaikan-persoalan-di-wadas.

“Kita evaluasi secepatnya, pertama tentu kami akan mengevaluasi tehnis. Kedua adalah cara pendekatan agar tidak terjadi kekerasan dan ketiga soal bagaimana kita menyiapkan kondisi masyarakat agar kembali guyub rukun,” kata Ganjar usai pertemuannya dengan Beka.

Ganjar mengatakan, evaluasi teknis yang dilakukan antara lain terkait isu lingkungan, isu penambangan dan melibatkan BBWS dan BPN sebagai institusi yang mengerjakan.

Baca Juga: Suara Para Ibu Rumah Tangga Dibalik Konflik Pembangunan Mega Proyek Bendungan Bener

“Kemudian juga agar tidak ada yang kedua, cara-cara yang nanti ada kekerasan nggak boleh lagi dan polda juga sudah setuju juga,” ujar Ganjar.

Ketiga, lanjut Ganjar, adalah memperbaiki kondisi psikologis warga di Wadas agar kembali guyub rukun. Sebab Ganjar mendapat informasi bahwa terjadi perundungan di tengah warga antara yang pro dan kontra.

“Udah deh jangan. Insyaallah kita akan masuk, saya senang tadi ada informasi KPAI mau diajak masuk itu bagus, kita nanti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga kita minta untuk masuk,” jelasnya.

Baca Juga: Liga Inggris Pekan 25, Manchester City dan Liverpool Hadapi Lawan yang Terancam Degradasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X