TITIKTEMU.CO SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua kepala daerah menggenjot vaksinasi. Ganjar juga mewanti-wanti, agar tidak ada lagi kasus vaksin expired atau kedaluwarsa di Jawa Tengah.
Peringatan itu diberikan saat Ganjar memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19, di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Senin (3/1).
Baca Juga: Semarakkan HUT ke-16, Bakamla RI Salurkan Bansos Korban Erupsi Semeru dan Gelar Vaksinasi
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Karantina: Jangan Ada Dispensasi & Kejadian Bayar-bayar Lagi!
Dalam rapat itu, dilaporkan ada sejumlah daerah yang memiliki stok vaksin cukup banyak yang akan kedaluwarsa pada 13 Januari nanti.
“Saya ingatkan pada kawan-kawan agar vaksin yang diindikasikan akan kedaluwarsa, terus dipelototi. Petanya satu per satu sudah kami berikan, ada di mana, dan jumlahnya berapa. Jangan sampai ada vaksin kedaluwarsa lagi, eman-eman,” kata Ganjar, kepada bupati/wali kota yang mengikuti rapat secara daring seperti dilaporkan laman Pemprov Jateng.
Baca Juga: Pemerintah Perpendek Masa Karantina WNI yang Tiba dari Perjalanan Luar Negeri
Ganjar menerangkan, sejumlah daerah yang memiliki stok vaksin akan kedaluwarsa pada 13 Januari nanti diminta segera melakukan percepatan. Jika mereka ada kesulitan, diminta segera koordinasi dengan dirinya.
“Cilacap, ada 13 ribu lebih vaksin yang akan kedaluwarsa pada tanggal 13 Januari nanti, Pati ada 23 ribuan dosis, Grobogan ada 1.010 dosis, Jepara ada 4.270 dosis, Kebumen 3.630 dosis, Pemalang 8.000 dosis, Purworejo 11 ribuan dosis, dan daerah lain. Saya minta segera disuntikkan agar tidak terbuang sia-sia,” tegasnya.
Selain expired tanggal 13 Januari, Ganjar juga mengingatkan ada banyak stok vaksin yang akan expired pada akhir bulan nanti. Mayoritas vaksin-vaksin yang akan kedaluwarsa berjenis vaksin astrazeneca.
Baca Juga: Indonesia Telah Melampaui Target Vaksinasi 280 Juta Dosis Sampai Akhir Tahun 2021
“Saya ingatkan betul ini, jangan sampai terulang lagi ada vaksin kedaluwarsa di Jawa Tengah,” ujar gubernur.
Disinggung terkait capaian vaksinasi di Jateng, Ganjar mengatakan sudah ada 22,8 juta orang warga Jateng atau 79,49 persen, sudah divaksin dosis pertama. Sementara, untuk dosis kedua, total sudah ada 17,3 juta orang atau 60,35 persen yang sudah divaksin.
“Memang masih ada dua daerah yang menjadi perhatian kita, yakni Kabupaten Tegal dan Pemalang. Di dua daerah itu, vaksinasi dosis pertama belum mencapai 70 persen. Akan kita dorong dan dampingi terus menerus agar bisa dilakukan percepatan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Polemik Deklarasi Ganjar Capres, Pengurus PDI-P Jateng Balas Tudingan Loyalis Ganjar Pranowo
Kritik Deklarasi Ganjar Capres, Ketua DPC PDI-P Kebumen: Banteng Selalu dalam Barisan
Hasil Survei oleh CPCS Menunjukan Elektabilitas Ganjar Lebih Ungguli dari Prabowo
Wow! Indonesia Dipercaya Jadi Presidensi G20, Ganjar: Ini Kebanggaan Bangsa
Nonton WSBK di Sirkuit Mandalika, Ganjar Pranowo Salut dengan NTB
Turun Harga! Tarif Rapid Tes Antigen di Stasiun KA Jadi Rp 35 Ribu
Please, Jangan ke Luar Negeri Dulu! Kasus Omicron di Indonesia Bertambah Lagi, Jadi 136 Orang
Sah! Presiden Jokowi Perpanjang Status Pandemi Covid-19