TITIKTEMU.CO DEMAK - Dalam rangka kesiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemkab Demak menggelar Apel Tiga Pilar yang dihadiri Bupati Demak Estianah, Kapolres AKBP Budi Adhy Buono, dan Dandim Letkol Czi Pribadi Setyo Pratomo.
Adapun peserta apel adalah para Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah/kades, dan anggota TNI dari Kodim 0716 Demak, anggota Polres Demak, serta para Camat se-Kabupaten Demak.
Baca Juga: Polrestabes Semarang Gagalkan Upaya Penyelundupan 8,4 kg Sabu-sabu dari Kalimantan
Baca Juga: Kesulitan Dapatkan Pupuk Bersubsidi Jadi Aspirasi Warga Pati
Adapun tujuan dari Apel Tiga Pilar yang berlangsiung di Halaman Setda Kabupaten Demak, Senin (13/12) ini yakni sebagai kesiapan dan kesiapsiagaan dalam rangka meningkatkan sinegritas dan mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Demak.
Dalam Sambutannya Bupati meminta kepada segenap bhayangkara bintara pembina kamtibmas (babinkamtimbas), bintara pembina desa (Babinsa) dan para Camat agar dapat memaksimalkan perannya untuk menjadi garda terdepan dalam melakukan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan di tengah masyarakat.
"Jangan lengah. Jangan kendor. Pandemi belum berakhir," tegas Estianah dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Pemkab Demak.
Melalui apel gelar pasukan ini, lanjutnya, saya ajak hadirin sekalian untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dini di tengah-tengah masyarakat. Ini harus diperhatikan, mengingat saat ini pandemi belum usai. Virus Covid-19 masih berada di sekitar kita. Bahkan saat ini telah ditemukan varian baru,” ujarnya.
Eisti juga berpesan kepada babinkamtibmas, babinsa, camat, kades dan lurah agar melakukan pendataan mobilitas warga.
Baca Juga: Akulah Bintang, Tema Pekan Special Olympic Nasional (PeSONas) yang Sukses Digelar di Solo
"Jika ada warga luar desa yang berkunjung, segera antisipasi. Dengan demikian, tidak akan terjadi lonjakan kasus." Tuturnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Demak ini juga menghimbau kepada peserta apel agar lebih antisipasi dalam menghadapi musim penghujan, serta supaya lebih meningkatkan komunikasi dan koordinasi, terutama dalam hal penanggulangan bencana.
"Mengingat kondisi geografis Kabupaten Demak, dengan curah hujan yang cukup tinggi, maka dapat segera dirikan posko siaga bencana. Cek kesiapan personel maupun peralatan yang akan digunakan untuk menghadapi bencana. Baik peralatan saat penanggulangan bencana maupun pemulihan pasca bencana, seperti mobil, alat berat serta logistiknya,” jelasnya.
Artikel Terkait
Ketua DPR Puan Maharani: Keputusan Pemerintah Batakan PPKM Level 3 Serentak Sudah Tepat
Pengamanan Jelang Nataru di Jogja Diperketat, Sri Sultan: Destinasi Wisata Diatur Masing-masing Asosiasi
Cegah Varian Omicron Masuk, Puan Maharani Tunda Seluruh Perjalanan Dinas Anggota DPR RI ke Manca Negara
Pria di Pemalang Ditangkap Polisi Karena 5 Kali Cabuli Anak Tiri, Hukuman 15 Tahun Menantinya…
Duh! Guru Agama SD di Cilacap Cabuli 15 Muridnya, Korban Dimingi-imingi Nilai Bagus
Libur Nataru Ada 4 Juta Lebih Pemudik Bakal Masuk Jawa Tengah
Libur Nataru Masih PPKM Level 2, Obyek Wisata di Batang Batasi 50% Pengunjung
Fix! Tidak Ada Libur Sekolah Nataru, Aturannya Lagi Digodog