Sekda Jateng: Tak Ada Lagi Setoran Pejabat di Era Ganjar Pranowo

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Jumat, 10 Desember 2021 | 07:37 WIB
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno. (pic. pemprov jateng)
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno. (pic. pemprov jateng)

TITIKTEMU.CO SEMARANG –Kultur pemerintah provinsi menjadi birokrasi yang antikorupsi  terus diupayakan dengan sungguh-sungguh oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sejauh ini, kata Sekretaris Daerah (Sekda)  Jawa Tengah Sumarno, apa yang sudah dilakukan Gubernur menurutnya sudah berhasil. 

Apa yang dilakukan Ganjar tak sekedar  reformasi, melainkan sebuah revolusi karena perubahannya menyeluruh di semua bagian.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo: Metode Pemberantasan Korupsi Harus Disempurnakan

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Korupsi adalah Penyakit dan Bahayanya Sangat Nyata!

Bisa menduduki jabatan Sekda saat ini, sebut Sumarno, bisa dikatakan sebagai salah satu produk revolusi birokrasi ala Ganjar ini. Jika situasi birokrasi masih sebelum revolusi Ganjar, mustahil Sumarno menjadi Sekda.

Menurut Sumarno, hal yang pertama dilakukan Ganjar adalah menghapus kultur setoran bawahan ke atasan. Penghapusan kultur ini, tidak hanya menghilangkan potensi korupsi. Pun, membuat para ASN di lingkungan Pemprov Jateng, lebih nyaman bekerja dan berorientasi melayani masyarakat.

Baca Juga: Siti Atikoh, Istri Ganjar Pranowo Luncurkan Gerakan Gagah Bencana

“Revolusi besar yang dilakukan, Pak Ganjar adalah memberi contoh lebih dulu, bagaimana berintegritas tinggi. Dengan tidak minta setoran seperti itu. Pengaruhnya besar ke bawah. Dengan diberi contoh terlebih dahulu, yang bawah bisa ikuti,” ujar mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jateng itu.

Meski terlihat kecil, tindakan itu menurut Sumarno berdampak besar. Karena, bila terus menerus terjadi, kultur setoran pimpinan akan berdampak sistemik. Bukan saja berpengaruh pada internal pemerintahan, tapi juga memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau pimpinan minta setoran lalu bawahan memberi setoran. Dia (bawahan) tak hanya cari untuk setoran, tapi juga akan mengambil untuk diri sendiri. Inilah yang jadi lebih parah,” urainya seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Pemprov Jateng.

Baca Juga: Jateng Gandeng Perusahaan Marketplace Ternama Berdayakan UMKM

Contoh ini, kata Sumarno, merupakan eja wantah dari slogan “Mboten Korupsi Mboten Ngapusi”. Tagline ini mempunyai dua arti, yakni tidak mengambil yang bukan haknya, dan menjalankan program yang telah dijanjikan.

Tidak hanya menghapus adat setoran pimpinan, komitmen Ganjar memberantas korupsi, ditunjukan melalui lelang jabatan nir intervensi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X