Sementara garis keturunan betina, harus memproduksi telur dengan baik, cangkang telur yang bagus, dan kualitas telur yang bagus. Garis keturunan jantan dan betina dengan sifat-sifat tersebut, akan menghasilkan ayam dengan daya hidup yang tinggi, badan besar, telur besar, produksi telur bagus, dan cangkang telur yang bagus.
"Ayam ini bakal menjadi final stock sehingga tidak boleh dikembangkan,"jelasnya.
Peningkatan kualitas pejantan ayam kampung, harus dilakukan secara berkesinambungan oleh peternak.
Baca Juga: Arab Saudi Cabut Stiker Jaga Jarak, Masjidil Haram Kembali Berkapasitas Penuh
Sri menambahkan, terkait proses dewasa kelamin, ayam jantan lebih lambat dari betina, namun kemampuan reproduksi ayam jantan lebih cepat turun drastis. Untuk itu, pejantan sebaiknya digunakan hanya sampai umur 44-50 minggu.
“Hasil telur betina untuk ditetaskan, bisa digunakan sampai umur 64-68 minggu. Produksi telur selanjutnya sudah kurang layak untuk ditetaskan, tetapi masih layak sebagai telur konsumsi”, jelas Sri.***
Artikel Terkait
Mahasiswa UGM Ciptakan Tempat Sampah Penghancur Limbah Masker Medis yang Ramah Lingkungan
Mahasiswa UGM Teliti Khasiat Daun Pandan Wangi dan Cengkih Untuk Nanospray Penyembuh Luka
Menyulap Minyak Jelantah Menjadi Sabun Versi Mahasiswa UGM
Alumni P3K UGM Go To Curug Leuwi Hejo, Sentul, Kabupaten Bogor, Awas Pinggang Pegal-Pegal
UGM Gelar Kuliah Tatap Muka Mulai 18 Oktober, Mahasiswa Harus Sudah Divaksin
Mahasiswa UGM Ubah Sampah Plastik Jadi Speaker Bluetooth dan Power Bank