Anggrek yang diberi nama Mahameru ini merupakan hasil persilangan anggrek Maluku dengan tanaman anggrek Papua.
Baca Juga: Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Sudah Dimulai, Ini Syarat dan Ketentuannya
Hasil lelang ini rencananya juga akan disumbangkan kepada korban bencana erupsi Semeru.
Ketua KAGAMA yang juga Gubernur Jawa tengah ini mengaku salut dengan kontribusi pengurus daerah, pengurus cabang dan Komunitas KAGAMA yang selalu aktif memberikan pemikiran dan kreasinya dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
“Antar komunitas, antar disiplin ilmu, kerja sama saling membantu dengan kreasi dan inovasinya kita harapkan masing-masing menyelesaikan pada hal terkecil dan berkontribusi mulai dari beasiswa pendidikan, kesehatan, ekonomi, termasuk hal yang lebih positif, termasuk menangani bullying lagi marak, termasuk isu lingkungan, ibu dan anak yang lagi marak. Mudah-mudahan bisa menjadi agenda (KAGAMA) di 2022,” paparnya.
Sementara itu Rektor UGM, Panut Mulyono, dalam sambutannya menyampaikan ucapan apresiasi kepada Pengurus KAGAMA Daerah dan Komunitas KAGAMA yang ikut menyemarakkan kegiatan Nitilaku Virtual.
“Kami mengucapkan selamat datang pada pengurus KAGAMA dari berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke. Saya juga mengucapkan terima kasih dan bangga atas kiprah alumni yang sungguh luar biasa dalam bidangnya masing-masing,” kata Panut.
Menurut Rektor kegiatan Nitilaku dalam rangka mengenang kembali jasa Kraton Yogyakarta dalam mengawal pendirian kampus pasca kemerdekaan.
Baca Juga: Gelar Tari Gelangprojo “Soledo Loano”, Upaya Tarik Minat Kunjungan Wisata ke Borobudur
“Kita ingin mengenang kembali bagaimana pendirian kampus ini dan bagaimana kita selalu memberi kemajuan bagi bangsa dan negara,” ujar Panut.
Selain melakukan penggalangan dana untuk kemanusiaan, kegiatan Nitilaku dimeriahkan dengan pertunjukan drama operet sejarah pendirian UGM, penayangan nitilaku virtual journey, serta hiburan musik dari penampilan Padi Reborn dan Happy Asmara.***