TITIKTEMU.CO, Yogyakarta - Bisnis ayam kampung terus dihadapkan pada persoalan permintaan pasar yang tinggi, namun penawaran yang rendah. Upaya untuk meningkatkan produksi ayam kampung perlu dilakukan, agar dapat memenuhi permintaan pasar tersebut.
Kondisi tersebut diungkapkan dosen Fakultas Peternakan UGM, Dr. Ir. Sri Sudaryati, M.S., dalam Seminar Purna Tugas pada Rabu (13/10/2021) di Fakultas Peternakan UGM.
Baca Juga: Nama Sri Sultan Hamengku Buwono IX Bisa dan Layak Dijadikan Nama Bandara Internasional Yogyakarta
Menurut Sri, ada beberapa perkiraan yang dapat dijadikan patokan, dalam meningkatkan produksi ayam kampung.
Yang pertama, tampilan atau kondisi fisik tubuh ayam, merupakan faktor pertama yang dapat digunakan untuk memperkirakan produksi ayam kampung. Perkiraan tampilan produksi bobot badan dapat dilakukan melalui warna bulu, panjang shank (ceker), lebar dada, panjang badan, dan bentuk jengger. Catatan hasil perkawinan ayam, juga perlu diperhatikan untuk mendapatkan calon indukan yang benar-benar unggul.
Baca Juga: Asyiknya Wisata Petik Kopi di Kebun Mbah Setro Banyuanyar
Menurut penelitian yang dilakukan Sri, ayam dengan warna bulu putih, kurang bagus daripada hitam.
“Ayam berbulu hitam, memiliki bobot lebih berat dan penampilannya lebih tinggi. Sedangkan ayam berbulu putih, memiliki bentuk badan yang lebih kecil”, ujar Sri.
Yang kedua, Biomolekuler. Biomolekuler dapat digunakan untuk menentukan genetik ayam. Kombinasi penampilan tubuh dan hasil penentuan genotip dari biomolekuler, dapat digunakan untuk pendugaan hasil produksi bobot badan yang lebih akurat dan lebih cepat.
Baca Juga: Mau Download Lagu dari YouTube Jadi MP3 Tanpa Aplikasi? Bisa! Begini Caranya
Sri menambahkan persilangan antara ayam jantan kampung dan betina ras petelur, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi ayam kampung. Persilangan ini menghasilkan ayam super atau biasa disebut sebagai ayam joper/kamper.
"Untuk mendapatkan ayam super tersebut, harus diingat adanya male line dan female line," tuturnya dalam rilis yang diterima TITIKTEMU.CO, Jumat (15/10).
Menurut Sri, garis keturunan jantan harus memiliki daya hidup yang tinggi, telur besar, dan berat badan bagus, karena sifat-sifat tersebut akan menurun pada anaknya.
Baca Juga: Polemik Banteng Vs Celeng, PDI-P Jateng: Bambang Pacul Berprestasi Jalankan Perintah Ketua Umum!